Ayana dan Mesir
Teen
02 Jan 2026

Ayana dan Mesir

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2026-01-02T084646.630.jfif

download - 2026-01-02T084646.630.jfif

02 Jan 2026, 01:46

download - 2026-01-02T084643.838.jfif

download - 2026-01-02T084643.838.jfif

02 Jan 2026, 01:46

Ayana adalah anak kedua dari keluarga yang terbilang sederhana. Ia tinggal bersama Ayah, Ibu dan Kakaknya. Ia anak yang cerdas dengan segudang pengetahuannya apalagi dalam ilmu agama.

Bulan ini adalah bulan dimana ia harus mengkuti ujian nasional untuk menentukan kelulusan, Ayana harus belajar mati-matian demi mendapatkan nilai yang bagus.

Ada satu hal yang Ayana inginkan setelah ia lulus SMA, ia ingin kuliah di Kairo, Mesir. Ayana memiliki keinginan itu karena ia pernah mendengar Bibinya bercerita bahwa kuliah di Kairo sangat berkesan apalagi disana mendalami ilmu agama. Bibinya bercerita seperti itu karena Bibinya juga seorang sarjana dari Universitas Al-Azhar di Kairo.

“Ibu, boleh Ayana minta sesuatu?” Ia bertanya pada ibunya sebelum berangkat sekolah untuk mengikuti ujian nasional.

“Boleh, memang Aya mau minta apa?” kata ibunya.

"Mm ... ga jadi deh Bu, nanti aja pulang sekolah Ayana kasih tau hehe. Sekarang Ayana berangkat dulu takut kesiangan.”

Ayana rasa ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan kenginannya, terlebih lagi harus berangkat sekolah rasanya tidak enak jika harus kesiangan di hari pertama Ujian Nasional. Soal ujian Ayana kerjakan dengan jujur dalam artian tidak mencotek, mungkin setelah pulang sekolah ia akan berbicara pada ibunya soal keiinginannya.

***

“Assalamualaikum Ibu, Ayana pulang,” seru Ayana setelah masuk dalam rumah.

"Sini Ibu sudah masak, makan dulu!”

Ayana kira tidak ada siapa-siapa dirumah ternyata ada Ibunya. Setelah selesai makan, Ayana dan Ibunya menonton televisi diruang tamu, ini waktu yang tepat untuk memberitahu Ibu, pikir Ayana.

“Bu, soal keinginan Ayana, umm ...Ayana ingin minta izin sama ibu dan Ayah untuk kuliah di Kairo, apa ibu mengizinkan?”

Ayana berbicara sambil menunduk.

“Punya uang dari mana ibu? Untuk makan saja sudah kurang.” Sepertinya Ibu Ayana tidak mengizinkan, Ibunya masuk ke kamar tanpa menghiraukan Maida.

Ibu Maida keluar kamar setelah memikirkan keinginan anaknya, Ibunya pikir akan lebih baik jika mendengarkan dulu penjelasan Ayana. Ayana yang kini sedang menatap layar televisi tidak menyadari Ibunya keluar dari kamar, ia baru menyadari ketika ibunya memanggilnya.

"Ayana, untuk yang tadi coba jelaskan lebih lanjut pada Ibu," pinta ibunya.

“Jadi begini Bu, Ayana ini minta izin sama Ibu dan Ayah untuk mengikuti beasiswa kuliah di universitas Al-Azhar seperti Bibi dulu,” jelas Ayana.

“Ohhh.” Ibunya hanya ber oh ria.

“Jadi gimana Bu? Ibu izinkan?”

“Kalau begitu Ibu mengizinkan tapi Ibu tidak tahu Ayah mengizinkan atau tidak,” jelas ibunya. Ayana senang Ibunya mengizinkan, untuk Ayahnya Ayana akan bertanya setelah Ayahnya pulang bekerja.

Ayah Ayana pulang bekerja sekitar pukul 19.00, setelah Ayahnya membersihkan badan dan makan, Ayana pun mengajak Ayahnya ke ruang tamu dan menjelaskan panjang lebar. Hingga akhirnya Ayahnya juga mengizinkan, tapi tidak segampang itu sebelumnya Ayahnya mempertimbangkan dulu.

Sehari kemudian Ayana mengikuti tes beasiswa, Ayana tinggal menunggu hasilnya saja mungkin pengumumannya setelah kelulusan 3 hari lagi Ayana akan menerima apa pun itu hasilnya. Bibinya datang kerumah mengantarkan buku-buku bekas ia kuliah dulu.

“Bi Meli ini untuk siapa?” Maida bingung kenapa Bibinya membawa buku bekas ke rumahnya.

“Ih Mai, ini kan buat kamu! Ini buku bekas Bibi kuliah dulu,” jelas Bibinya.

“Ya Allah Bibi aku kan belum tentu dapat beasiswanya,” Maida heran Bibinya antusias sekali.

“Bibi yakin Mai, Mai pasti dapat beasiswanya.”

“Yasudahlah.” Percuma mengelak Bibinya, Maida mengambil bukunya dan disimpan di dalam kamar.

Setelah tiga hari kelulusan, Ayana dinyatakan lulus, pengumuman beasiswa hari ini Ayana datang bersama kakaknya yang bernama Hakim.

Pengumumanya akan di sampaikan dan yang mendapatkan beasiswanya adalah tiga orang yang disebut pertama kali adalah Ayana, rasanya senang sekali, Ayana merasa terharu hingga Ayana menangis haru dan memeluk Kakaknya. Alangkah bahagianya saat ini.

Ayana pulang membawa kabar gembira pada keluarganya yang menanti Ayana, semua keluarga Ayana senang mendengar Ayana berhasil mencapai keinginannya. Mungkin keberangkatannya sekitar dua hari lagi, waktu yang sangat singkat jika untuk menyiapkan barang-barang bawaannya.

Hari selasa Ayana mengemas barang yang akan dibawa besok ia dibantu Bibi dan Kakaknya.

"Ay, buku yang bibi berikan disimpan dimana?” tanya Bi Meli.

“Aya simpan di kamar Bi, ambil aja,”Ayana mengemas beberapa baju kedalam koper, tak terasa ia sudah dewasa dan akan meninggalkan orang tuanya untuk kuliah ditambah lagi bukan kuliah di tempat yang dekat dengan rumahnya.

Hari ini hari keberangkatan Ayana ke Mesir.

"Ibu, Ayah..kakak..bibi..,terima kasih,berkat doa dan dukungan dari kalian,Ayana bisa sampe sejauh ini" ucap Ayana yang sudah tak kuasa membendung air matanya.

"Ini juga berkat usaha kamu nak,kamu harus bangga"lalu ibu Ayana memeluknya dengan sangat erat.

Ayana pun masuk kedalam pesawat dan tak lupa melambaikan tangan nya.Berkat kesabaran dan ikhtiarnya akhirnya ia bisa menginjakan kakinya di negeri para nabi, Allah memang Maha Menghendaki segala sesuatu. Beberapa jam duduk didalam pesawat dan mendarat dengan selamat kini Ayana akan mulai menapa jejak di Kairo, Mesir. Ayah, ibu, kakak dan bibinya menyuruh Ayana mengabari mereka jika sudah sampai, lalu ayana mengabari dan memberitahu bahwa ia sudah sampai, Ayana berjanji akan belajar disini dengan sungguh-sungguh.

"Percayalah,usaha Takan pernah mengkhianati hasil, teruslah berikhtiar,berdoa dan memohon pada yang kuasa dengan sungguh-sungguh.Tanamkan niatan yang baik,rencana yang baik,dan hasilpun Takan kalah baik.Bersinarlah tanpa memadamkan sinar yang lain"

[ E N D ]


Kembali ke Beranda