Kutukan Sang Firaun
Folklore
02 Jan 2026

Kutukan Sang Firaun

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2026-01-02T084220.234.jfif

download - 2026-01-02T084220.234.jfif

02 Jan 2026, 01:42

download - 2026-01-02T084218.433.jfif

download - 2026-01-02T084218.433.jfif

02 Jan 2026, 01:42

Kutukan ini dikatakan paling melegenda di dunia. Hollywood memproduksi film-film bertajuk Curse of the Pharaohs (Kutukan Sang Fir’aun) dan Mummy. Film-film itu bertemabkutukan raja Thutankhamun yang terkenal.

Kisah bermula saat makam Tuthankhamen pertama kali dibuka pada tahun 1922. Para jurnalis melaporkan semacam prasasti di dekat pintu makam yang berbunyi: "Kematian akan mendatangi mereka yang mengganggu tidur Firaun."

Peringatan ini perlahan terbukti benar. Para arkeolog dan pekerja yang pernah menyentuh makam Tutankhemen dilaporkan telah meninggal secara misterius dalam tempo tidak lama setelah pembongkaran. Siapa Fir’aun Tutankhemen sebenarnya?

Pemegang tahta Raja Mesir Kuno dari tahun 1347 SM sampai 1339 SM. Diangkat menjadi raja saat masih anak-anak, meninggal dunia pada usia 18 tahun. Tutankhamun adalah generasi terakhir dari dinasti ke-18.

Dinasti Fir’aun memerintah Mesir dari tahun 1567 SM - 1339 SM. Termasuk ratu pejuang Hatshepsut (Fir’aun wanita selain Nefertiti dan Cleopatra) dan Thutmose III. Berhasil membawa mesir ke puncak kejayaan sekitar tahun 1400 SM.

Raja Muda ini adalah putra Akhenaten yang membuat revolusi di mesir bersama ratu Nefertiti. Akhenaten adalah raja yang mengganti pemujaan dewa-dewa Mesir kuno ke pemujaan dewa tunggal dan memindahkan ibukota kerajaan ke Armarna. Istri Tutankhemen merupakan saudara tirinya, Ankhesenamun. Saat sang raja muda meninggal secara misterius (mungkin dibunuh), Ankhesenamun berada di bawah kekuasaan musuhnya, Ay dan Jendral Horemheb


Topeng kematian inilah yang dipasangkan di kepala mumi Raja Tutankhemen .

Ada empat “Raja-raja Amarna” pada Dinasti ke-18, raja Tutankhamun yang ketiga. Dinasti ke-19 tidak menyukai peraturan Dinasti ke-18, maka raja-raja Amarna dicoret dari daftar keluarga raja dan dilakukan di depan umum.

Monumen raja Tutankhemen dihancurkan dan lokasi makam dilupakan. Keberadaan makam raja muda ini benar-benar terlupakan oleh Dinasti ke-20. Ketika kepala arsitek mulai memahat batu untuk membuat makam Ramses VI, ia tak tahu telah membuat puing-puing berjatuhan di atas makam Raja Tutankhamun. Sejak itu, makam raja muda ini dilupakan. Tapi, hal ini membawa keuntungan 3.300 tahun kemudian, kenapa?

Karena makamnya tersembunyi hingga harta karunnya tidak tersentuh. Makan Raja muda Tutankhamun adalah satu-satunya makam raja Mesir kuno yang dikubur di Lembah Raja-raja Luxor yang tidak diacak oleh para perampok selama berabad-abad.

Pada November 1922, seorang arkeolog bernama Howard Carter menghabiskan tujuh tahun dan merasa frustasi selama mencari makam Raja Tutankhamun di lembah raja-raja Luxor. Tapi, penantiannya berakhir setelah para pekerja menggali sedalam empat meter di bawah makam Ramses VI. Mereka menemukan pintu masuk pada dinding batu menuju sebuah lorong cukup besar dengan tinggi tiga meter dan lebar dua meter. Mereka membersihkan puing-puing dan saat langkah ke-20, menemukan bagian atas pintu batu tertutup.

Howard Carter mengundang Lord Carnarvon yang mendanai proyeknya untuk datang ke situs itu di acara pembukaan makam. Carter dan Carnarvon datang sore hari tanggal 24 November. Semua puing-puing disingkirkan untuk menyingkap pintu batu dan memperlihatkan segel Raja Tutankhamun.

Saat pintu terbuka, perlu dua hari kerja keras membersihkan puing-puing pada tangga yang lain. Mereka menemukan pintu kedua, yang memiliki dua segel, yaitu Royal Necropolis dan Tutankhamun. Para pekerja membuat lubang di pintu batu dan melihat dengan cahaya lilin. Carter melongok ke dalam. Lord Carnarvon bertanya, ”Dapatkah kau melihat semua?”.

Carter menjawab, "Ya, barang-barang yang menakjubkan.” Di sana, di ruang depan, ada harta karun yang sungguh luar biasa. Bahkan ada lebih banyak lagi di ruang dalam, butuh waktu tiga bulan untuk memasukinya.

Lord Carnarvon sendiri yang membuka pintu ini pada 17 Februari 1923. Mumi Raja Tutankhemen terbaring dalam tiga lapis peti mati. Dua peti mati yang berada paling luar terbuat dari emas dan dipasang pada rangka kayu. Sementara peti mati yang paling dalam terbuat dari 300 pound emas murni. Dalam peti emas terbaring sesuatu yang menakjubkan. Mumi ditutup topeng kematian seseorang raja anak lelaki. Mumi Tutankhamun terbaring di bawah 13 lapis kain linen.

Setelah Carter melepasnya, dia menemukan seuntai kalung tersembunyi untuk mengusir iblis. Selama berabad-abad, damar dan minyak pada mumi telah berubah jadi lem yang merekatkan kain linen.

Untuk melepaskan kalungnya, Carter melakukan tindakan radikal dengan memotong-motong mumi. Sungguh fatal. Selama 14 hari, 2 orang yang terlibat meninggal mendadak.

Pada tahun 1929 ada 13 orang meninggal karena ”Kutukan”. Lord Carvarnon meninggal 6 April 1923 karena pneumonia, komplikasi gigitan nyamuk terinfeksi. Para jurnalis menemukan prasasti dekat pintu makam berisi peringatan kematian.

Mereka mengatakan, “Kutukan Fir’aun Tutankhemen yang membunuh Lord Carvarnon”. Kemudian, Lady Carnarvon menyusul suaminya ke alam baka dengan sebab kematian misterius.

Pada tahun yang sama, seorang meninggal mendadak setelah mengunjungi makam. Ia Pecky Callender yang membantu Carter memasuki makam. Kematian misterius juga dialami seorang pengusaha kaya yang berkunjung ke makam Tutankhemen, George Jay Gould. Untuk tour itu, Gould harus membayar mahal. Malam hari setelah mengunjungi makam, ia terkena demam dan esoknya meninggal dunia. Harta karun Raja muda ini dipamerkan di museum-museum di seantero dunia.

Arthur C Mace dari Metropolitan Museum of Art di New York dan George Benedite dari Museum Louvre, Paris, ikut meninggal dunia secara misterius setelah memamerkan harta karun tersebut di Museum mereka! “Kutukan Tutankhemen” yang disalahkan atas meninggalnya dua orang itu.

Kutukan kembali beraksi dan disalahkan atas kematian orang-orang yang terlibat dalam ekspedisi ini. Sekertaris pribadi Howard Carter yang bernama Robert Bathnell ikut meninggal dunia secara misterius. Tiga bulan kemudian, ayah Bathell, Lord Westbury melompat dari lantai 7 dan tewas. Ia meninggalkan pesan, menyalahkan kutukan Tutankhemen atas kematian anaknya.

Saat perjalan ke makam, kereta jenazah Lord Westbury menabrak seorang anak 8 tahun hingga tewas seketika, begitu juga denga seorang pegawai British Museum dalam bidang Egyptology.

Selama tiga dekade, kutukan tidak menyerang hingga tempat peristirahatan Tutankhemen diganggu. Sampai saat ini, kurang lebih 25 orang meninggal dunia dan dihubungkan dengan kutukan Tutankhamun. Kasus terakhir menimpa wisatawan, Sheryl Munson pada tahun 1995. Banyak ilmuwan mulai melihat kutukan fir’aun secara ilmiah.

James Randi, seorang pemain sulap terkenal, dalam bukunya Encyclopedia of Claims, Fraunds and Hoaxes of the Occult and Supranatural, menuliskan nama-nama semua orang Eropa yang hadir saat makam itu dibuka dan kapan mereka meninggal dunia.

Pernah mendengar “tabel aktuaria?” Tabel ini memberi nilai harapan hidup berdasar tempat tinggal, merokok atau tidak, dll. Randi memeriksa tabel aktuari yang relevan untuk semua orang yang terlibat di makam Raja Tutankhemen dan siapa korban berikutnya. Orang-orang yang hadir di pembukaan makam hidup satu tahun lebih lama dibanding ramalan tabel aktuaria. Howard Carter meninggal pada usia wajar, 66 tahun.

Dr. Douglas Derry, pembedah mumi, meninggal pada usia lebih dari 80 tahun. Alfred Lucas, ahli kimia penganalisis jaringan tubuh mumi, meninggal pada usia 79 tahun. Penelitian lain menunjukkan tidak ada pengaruh nyata pada harapan hidup orang-orang yang terlibat pada penggalian tersebut.

Dapat disimpulkan, kutukan itu sama sekali tidak pernah ada. Benarkan penelitian ilmiah berhasil mengungkap siapa pelaku pembunuhan yang sebenarnya? Benar. Pelakunya sebenarnya terdapat di dinding makam. Para korban mungkin tidak sadar, dinding-dinding makam yang penuh ornamen-ornamen indah menyimpan pembunuh mematikan yang telah berumur 3000 tahun lamanya!

Dinding-dinding itu diselimuti oleh jamur cokelat kecil. Bakteri mungkin berasal dari plester atau cat dan hidup dalam kelembaban plester setelah makam ditutup. Pembunuh sebenarnya adalah jamur patogen mematikan bernama Aspergillus niger . Menyerang sistim pernapasan dan bisa berkembang dalam makam yang hangat. Satu-satunya makhluk yang dapat bertahan hidup selama 3000 tahun di makam dalam bentuk spora.

Sheryl Munso kembali dengan ketahanan tubuh yang rapuh, inang utama bagi jamur itu. Spora terhisap dan menyerang sel-sel lemah, menghancurkan selagi menyebar. Sheryl Munson kekurangan oksigen setelah 10 hari masuk rumah sakit, fungsi paru-parunya berhenti.

Tim dokter berhasil menemukan jamur Aspergilpplus niger saat melakukan biopsi paru-paru Sheryl Munson. Jamur yang mematikan ini lebih banyak ditemukan di dalam makam Tutankhamun, terutama di dinding makam. Sheryl ternyata melakukan hal yang fatal saat mengunjungi makam Tutankhemen.

Ia menyentuh dinding makam dan mengusapkan jemari tangannya ke beberapa lukisan cat, hibgga jamur patogen yang mematikan bermigrasi ke tubuhnya. Begitu juga orang-orang yang terlibat dalam pembongkaran makam.

Bekerja dengan mumi bisa fatal bagi para peneliti. Tindakan gegabah Howard Carter yang memotong-motong tubuh mumi sangat fatal. Para peneliti bisa menghisap spora dari debu mumi. Sebaliknya, peneliti bisa memberi bakteri & kelembaban pada permukaan mumi yang memicu pembusukan.

Walau sudah mati ribuan tahun, mumi hidup bersama bakteri. Beberapa sangat mematikan, terlebih jika tidak memakai pelindung saat bekerja dengan mumi. Sangat rentan terinfeksi spora jamur, itu yang terjadi pada Carter dan orang-orang di sekelilingnya. Otopsi gegabah mumi Tutankhamun melepas banyak pembunuh mengerikan yang kasat mata.

Parahnya, saat otopsi, Carter dan rekannya tidak menggunakan pelindung, hanya pakaian sehari-hari. Mungkin terjadi persilangan kerusakan antara para peneliti dan mumi. Tapi, banyak orang yang beruntung seperti Carter tidak terinfeksi.

Darima asal mula kutukan itu?

Kutukan dipopulerkan film-film Hollywood, tampaknya berasal dari buku fiksi. Mungkin cerita pendek berjudul Lost in a Pyramid: The Mummy’s Curse , ditulis oleh Lousia May Alcott pada tahun 1860.

Kemungkinan lain adalah cerita yang ditulis pelukis Amerika, Joseph Smith (1863 - 1950). Menceritakan kutukan pada mertua Tutankhamun, Raja Akhenaton. Saat Tutankhemen menikahi anak perempuan ketiganya, takhta kerajaan diberikan kepadanya.


Kembali ke Beranda