Patah Hati Cinta Online
Teen
01 Jan 2026

Patah Hati Cinta Online

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2026-01-01T210957.778.jfif

download - 2026-01-01T210957.778.jfif

01 Jan 2026, 14:10

download - 2026-01-01T210954.529.jfif

download - 2026-01-01T210954.529.jfif

01 Jan 2026, 14:10

Hari itu ... tepatnya pada malam Sabtu, dia yang memulai chat duluan dengan gombalan kata manis. Dengan menggunakan nomor adik sepupunya, ia mulai mengetikkan pesan.

"Malam."

"Lagi apa?" ucapnya pada pesan tersebut. Seketika keningku mengkerut, apakah Araa yang mengirimiku pesan seperti ini? Ah ... tapi rasanya sangat mustahil.

Akhirnya, kuputuskan untuk membalas pesan tadi. "Malam juga, maaf ini siapa?" Lalu langsung ku kirim. Awalnya aku biasa saja, dan tidak terlalu memperdulikannya. Namun lama kelamaan dia semakin menjadi! Gombalan manis serta bualan ia lontarkan padaku. Aku, yang hanya wanita biasa yang dapat merasakan ‘bawa perasaan’ semakin menjerit girang. Apa-apaan sih, dia ini. Bagaimana jika anak orang naksir padanya? Apakah ia mau bertanggung jawab?!

Yang awalnya hanya chat biasa, saling curhat, namun sekarang sangat akrab. Dan bahasa yang kami gunakan -dalam chat pun sudah mulai ngelantur. Dia yang terus memanggilku dengan sebutan “Sayang.”

Dan aku yang terus baper, salting, bahkan sampai menggigit bantal gulingku! Oh ayolah ... pasti kalian tahu 'kan seberapa besar efek ‘gombalan manis buaya’?

Dan sekarang aku benar-benar sudah tidak waras!

Keakraban kami di chat WhatsApp , tentunya membuat kami berdua juga semakin dekat. Hal itu membuat rasa penasaranku tentang dirinya semakin memuncak. Ah apakah kalian belum tahu? Memang dari awal kami berdua chattingan , aku sama sekali tidak mengetahui identitasnya, Yah ... kecuali namanya saja! Rupa wajah, umur, sekolah, dan sebagainya aku sama sekali belum tahu!

Perlahan mulai ku caritahu lebih dalam tentang identitasnya. Bersyukurlah karena ia mau memberitahukan identitasnya padaku. Yah ... setidaknya aku tidak berharap dengan sesama jenis, haha.

Setiap hari libur ia selalu mengirimiku pesan, kebanyakan dia lebih sering menjadikanku sebagai pendengar ‘dari semua isi curhatannya’. Yaa ... aku terima-terima saja, toh, aku juga gabut tidak ada yang chat.

Seiring berjalannya waktu, tanpa kusadari ternyata ia menaruh perasaan padaku. Dia ... menyukaiku! Bahkan dengan terang-terangan ia menyatakan rasa sayang dan suka secara langsung lewat chat. Aduh ... bagaimana ini? Aku baper ish! Dia meminta jawaban tentang pernyataannya, namun aku memintanya untuk menunggu sebentar karena aku harus berpikir.

Setiap malam selalu senyum-senyum sendiri, susah tidur akibat pernyataannya, dan sampai di bilang tidak waras oleh orang tuaku. Tepat pada malam Minggu, salah satu teman hangout- nya mengirimiku sebuah pesan.

“Eh, lo doinya si **** ya?”

Aku kaget! Bagaimana bisa dia tahu tentang itu?! Tidak mau membuatnya salah paham, akhirnya aku membalas pesan, “Bukan kok. Baru deket aja.” “Anjir! Tapi ... si **** bilang lo pacarnya.” Tepat saat itu juga pipiku merona dan jantungku berdebar, memacu lebih cepat.

Karena sudah tidak tahan, aku menyuruh temannya yang mengambil alih handphone- nya untuk dikembalikan kepada si pemilik. Lalu langsung kutanyakan apa maksud dari ucapan temannya barusan?! Dan dia bilang bahwa dia sudah sayang dan cinta mati padaku, ditambah lagi status dia yang sekarang jomblo. Membuat dirinya secara berlebihan menghalu memiliki pacar sepertiku.

Aku sangat senang, namun risau. Disatu sisi, aku mulai menaruh hati padanya, namun di sisi lain, orang tuaku mengajarkanku untuk tidak memikirkan lelaki terlalu dalam. Apalagi berpacaran!

Saat ini kami berdua tengah dilanda oleh kesibukan. Aku yang baru kelas 9 dan harus mempersiapkan bekal untuk ujian, begitupun dengannya yang kelas 12 dan sibuk dengan segala kegiatan organisasi yang diikutinya. Sekarang tidak sedekat dulu, ditambah dengan perbedaan jarak. Aku di Jakarta, sedangkan dia di Bandung.

Yah ... aku paham, dan aku juga mengerti. Kedekatan ini hanyalah sebuah ketidaksengajaan. Dan jika suatu saat nanti dia memiliki kekasih 'nyata' di sana, aku juga akan senang. Toh, itu hak dia. Atau mungkin dia sudah melupakanku? Tidak apa-apa, aku ikhlas. Ini semua telah ditentukan oleh takdir. Yang awalnya sangat dekat atau akrab, tidak selamanya begitu. Begitupun dengan yang saling sayang, bisa saja takdir memutar keadaan membuat kalian saling membenci pada akhirnya.

Ini, skenario tuhan. Semua sudah ada jalannya masing-masing. Tinggal kita saja yang memainkan peran sebagai tokoh utama.

Dari kejadian ini aku belajar bahwa, mengharapkan sesuatu yang berlebihan itu sangatlah tidak baik. ‘Apalagi yang bukan pada tempatnya’. Dan juga semua yang berbau online tidak semuanya 'nyata', atau bahkan ada juga yang bersifat 'rekayasa'.

“Hidup itu yang pasti-pasti aja. Selama kita melangkah ke jalan yang benar, dan berbuat baik kepada semua orang. Percayalah, maka Allah SWT juga akan membimbingmu kepada kehidupan yang lebih layak dan penuh kenikmatan.”

– Liyara 

[ E N D ]


Kembali ke Beranda