SANTET
Romance
23 Dec 2025

SANTET

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2025-12-23T200909.299.jfif

download - 2025-12-23T200909.299.jfif

23 Dec 2025, 13:09

download - 2025-12-23T200849.547.jfif

download - 2025-12-23T200849.547.jfif

23 Dec 2025, 13:09

"Nia, akhirnya aku menemukanmu," cewek bertubuh tinggi, berkulit sawo matang, kini duduk dengan napas yang ngos ngosan, akibat berkeliling wilayah kampusnya untuk mencari satu orang saja, yaitu Nia, teman dekatnya.

Dia adalah Linda, cewek yang mempunyai seribu masalah tentang masalah percintaannya. Linda tidak begitu cantik, dan juga tidak jelek jelek amat. Linda hanya gadis biasa yang selalu di sakiti oleh kaum adam.

"Kenapa?" tanya Nia si cewek gendut yang asyik makan mi rebus buatan bude kantin di kampusnya.

"Gue memimpikan itu lagi," ucap Linda memajukan wajahnya agar orang di sekitar tidak mendengar percakapan mereka berdua. Nia tetap asyik memakan mi rebus itu, sambil menunggu kelanjutan cerita tentang apa yang dialami Linda semalam.

"Gue bermimpi pocong serem itu lagi, berwarna hitam, yang selalu menatapku," Nia yang mendengar itu tersedak kaget, bagaimana bisa temannya ini selalu bermimpi hal begituan sudah seminggu ini.

Ini pasti ada yang tidak beres, batin Nia, mengeluarkan benda pipih yang berada di dalam tasnya, ia memberi pesan kepada seseorang yang Linda tidak ketahui.

"Besok ikut gue, jumpa sama papa gue, gue tunggu jam 8 malam," ucap Nia yang langsung pergi dari sana setelah ia membayar mi yang ia makan tadi.

***

Linda sudah sampai di sebuah rumah yang cukup mewah, ia termenung melihat betapa besarnya rumah itu daripada rumahnya.

"Oik, mau sampai kapan berdiri di situ?" Linda tersadar dari lamunannya, akibat teriakan Nia dari ambang pintu.

Linda hati-hati masuk ke dalam,takut menyengol sesuatu dirumah itu, selain barang barang di sana termasuk barang yang mahal, di rumah itu juga banyak penjaga yang kasat mata.

"Ini pa, teman Nia, yang kemaren Nia ceritakan," Linda duduk di hadapan laki laki baru baya yang sedang bermain handphone sambil merokok, lelaki paruh baya itu adalah ayah Nia yang bernama Putra. Putra melihat kedatangan Linda dengan tatapan tajam.

Dengan diberi waktu untuk bercerita apa yang sedang Linda alami selama ini, ia gunakan itu dengan maksimal mungkin, walaupun ia begitu gugup dan takut.

"Besok kamu bawa buah kelapa muda kecil, ingat!, belinya jangan di tawar!" hanya itu perkataan Putra selama Linda menunggu. Linda pun pulang dari rumah itu dengan suasana aneh di dalam tubuhnya.

***

Keesokan harinya, Linda di suruh menginap di rumah Nia, di karenakan ritual nya di mulai tengah malam, itu juga membantu untuk papa nya Nia mengawasi ku untuk sementara agar Linda tidak kenapa napa setelah selesai menjalani ritual itu.

Sebelum mulai, papa nya Nia menghidupkan lidi china, dan menghidupkan lagu lagu khas jawa, Linda berusaha untuk tidak takut, lama kelamaan bahu Linda sebelah kanan berat sebelah, disana tidak hanya ada Linda dan juga papa nya Nia, Nia pun ikut Menemani Linda, agar Linda tidak perlu takut.

"Jangan takut, semuanya akan baik baik saja," ucap Nia memeluk bahu Linda dan mengelus elus, agar Linda tenang.

Linda melihat Pak Putra alias papa nya Nia memotong buah kelapa yang Linda bawa tadi, membuat sedikit lubang agar Linda meminum air itu sampai habis.

"Ini, kamu minum di depan pintu itu," Putra menunjuk pintu belakang rumahnya yang mengarah keluar bagian belakang, Linda berjalan kearah pintu itu, Putra sudah berada di belakang Linda, untuk mengeluar apa yang ada di tubuh Linda.

Linda membaca doa dan berharap semuanya baik baik saja, dan mimpi aneh itu tidak datang kembali, Linda menyatukan buah kelapa itu ke mulut nya. Linda merasa kesusahan untuk meminum air kelapa itu, ia merasa ada yang mendorong buah kelapa itu agar buah kelapa itu terjatuh dan Linda tidak bisa meminumnya.Sebagian air buah kelapa itu bertumpah tumpah sampai baju nya basah.

Linda memberhentikan meminim air itu, dia melihat kebelakang, mukanya sudah sangat sedih dan memohon, dia sudah tidak sanggup meminumair kelapa itu lagi. Tapi Putra tetap menyuruh Linda meminum air itu sampai habis, mau tidak mau Linda melakukannya.

Seteguk demi seteguk Linda memasuk air buah kelapa itu ke tenggorokannya, ia merasa air itu tidak habis juga, padahal ia merasa sudah meminum air itu sudah banyak dan baju yang ia pakai sudah basah juga.

"Huft," akhirnya selesai sudah, Linda memberi buah kelapa itu yang sudah kosong kepada putra. Linda terduduk lemas, sebenarnya dari semalam ia mau bertanya kenapa dirinya sampai ia harus melakukan itu, tapi karna hari sudah malam dan sudah jam 03.00 pagi, Nia mengajak Linda untuk kekamar membersihkan diri setelah itu tidur.

***

Selama tidur, Linda gelisah, ia takut sekali, tetapi matanya tidak bisa di buka. Sampai akhirnya Linda terhanyut dalam mimpi itu.

"Linda, lin, bangun," Nia menggoyang goyangkan tubuh Linda. Linda langsung terbangun dengan terduduk, membuat Nia yang di sampingnya terkejut.

"Lin, ada apa?" Tanya Nia memastikan, bahwa temannya ini baik baik saja. Linda menggeleng dan langsung pergi ke kamar mandi.

Akhirnya aku bisa terbangun juga, pikir Linda di kamar mandi.

"Lin, makan dulu," panggil Nia melihat Linda keluar kamar yang sudah berpakaian rapi.

Selama di meja makan, Linda makan dengan tenang, walaupun pikirannya lagi berpikir apa maksud mimpi terakhirnya itu.

"Lin, lo kenapa sih? Dari tadi diam aja, ada yang ganjal di kepala mu, di ceritain atuh,"ucap Nia yang sudah tidak tahan dengan sikap temannya itu.

"Kemaren," gantung Linda.

"Kemaren, gue mimpi itu lagi,"Linda menundukkan kepalanya.

"Tapi ini beda dari yang dulu dulu,"Linda menggangkat kepalanya, melihat Nia dengan lekat.

"Gue mimpinya, pocong itu kemaren ada di delan gue pada saat gue minum air kelapa itu," Nia masih diam mendengarkan.

"Terus, setelah gue selesai minum air kelapa itu, pocong itu kayak marah gitu, dan muka seramnya tu terzoom zoom gitu di kepala gue," Nia langsung menarik Linda untuk bertemu dengan sang papa.

Linda menceritakan ulang kejadian tadi. "Alhamdulilah, itu tidak apa apa, berarti kamu sudah terbebas," ucap Putra sambil memain handphone nya dan mendengarkan cerita dari Linda.

"Terbebas dari apa om? Emangnya aku kenapa?" Tanya Linda yang sudah penasaran.

"Kamu di guna guna oleh seseorang," Linda tidak percaya dengan itu, ia menutup mulutnya dengan tangannya, kenapa tega sekali orang itu guna gunakan Linda, apa salah Linda? Sampai orang itu berani bermain hal begituan.

Selama Linda hidup, setahu Linda dirinya lah yang paling menyedihkan, terlebih lagi dalam hal percintaan, dia selalu di sakitioleh orang orang yang ia sayangi. Dan sekarang, ditambah lagi dengan orang yang berani menyantet Linda selama 8 bulan ini.

"Kenapa tega banget ya Jovan melakukan itu kepada gue Ni?" Tanya Linda yang sudah tersedu sedu akibat menangis orang itu lagi. Lebih tepatnya ia masih belum percaya, bahwa pelaku di balik ini semua adalah Jovan mantan pacarnya selama 8 bulan mereka menjalin hubungan pacaran.

"Sebenarnya dari dulu gue udah mau bilang, kalaulo harus jauh jauh dari Jovan, tapi gue terlambat lo sudah terlalu jatuh di pelukan Jovan," Nia memeluk Linda yang masih tersedu.

"Dari dulu gue sudah sadar dengan sikap aneh lo, yang nangis karna Jovan kecelakaan dan lo gebet banget ingin menjeguk dia yang jauh itu,"

"Terus di tambah lagi, lo sudah di putuskan dengan cara tidak baik, dia mengeluarkan kata mutiaranya kepada lo, tapi lo tetap ingin dia kembali lagi di pelukan lo,"

"Dan sampai akhirnya lo bercerita semua yang lo alami, dari lo yang drop lah, sampai ke mimpi itu, dan akhirnya gue bisa menolong lo terbebas, dari santet nya yang Jovan gunakan untuk lo, walau itu sangat terlambat,"

"Tidak nya, tidak ada kata terlambat, ini semua hanya butuh proses, sampai akhir waktu yang menentukannya," Linda mempererat pelukan Nia.

Ini adalah pelajaran untuk Linda, maupun untuk semuanya. Jangan mudah percaya seseorang, dan jangan mudah terbuai dengan kata kata manis seseorang. Kita memang tidak tahu apa yang bisa mereka lakukan kepada kita. Tapi setidaknya kita bisa berjaga jarak untuk me n yelamatkan kita dari hal hal yang tidak kita inginkan.

Kembali ke Beranda