Gambar dalam Cerita
“Rita…” suara heboh Ellin memanggil Rita dari pintu kelas.
“Apaan sih lin pagi-pagi udah ribut aja lo,” jengkel Rita pada Ellin.
“Ada berita penting nih buat lo”
“Berita apaan, gosip mulu kerjaan lo” Rita selonjoran di kursinya memandang ellin jengah.
“nama lo ada di mading, lo lulus di tahap pertama seleksi olimpiade fisika ta” dengan antusias Ellin memberikan informasi yang diliatnya di mading.
“yang bener lo, demi apa kok bisa sih” Rita terkejut dengan yang di katakan sahabatnya ini dan langsung pergi untuk melihat sendiri nama nya di madding.
“eehh.. mau ke mana lo ta, gue bener kok ga percayaan amat sih nih anak, heh tunggu gue napa” Ellin menyusul langkah Rita menuju mading.
Sampainya di mading dengan teliti Rita melihat pengumuman yang di temple.
“nama gue lin, ini nama gue” Rita sungguh tidak menyangka jika namanya muncul dan lulus tahap pertama di seleksi olimpiade fisika ini, dan Rita langsung memeluk sahabatnya Ellin. Dan terjadilah kehebohan lokal diantara mereka berdua.
****
“Eehh bro gue dapet info terbaru nih tadi, lo tau ga?” tanya Alan dengan antusias kepada Jojo.
“Buset… mana gue tau sih lan kan lo belum ngasih tau,” jawab Jojo kesal.
“Dasar bego,” tukas Rahmad.
“Hahaa… jadi infonya nama lo jo, si jojo arsento lulus di tahap pertama seleksi olimpiade fisika” beritahu Alan dengan cengengesan.
Jojo hanya menampilkan wajah datar.
“Ouhh yang itu ketinggalan berita lo lan, Jojo mah udah tau kali orang yang nempelin kertas seleksinya dia kok di suruh pak didit tadi,” jelas Rahmad pada Alan.
“kok gue ga di kasih tau sih, apa yang kalian lakuin itu jahat!” Alan menunjuk Jojo dan Rahmad bergantian.
“udah deh ga usah drama” timpal Jojo tidak berminat bermain drama dengan Alan.
“Yokk masuk kelas, bentar lagi bu sima masuk nih.” Rahmad melihat jam di tangannya.
Dan akhirnya mereka pun masuk kekelas dan dengan khidmat mengikuti pelajaran sejarah.
*****
Hari ini peserta yang lolos di seleksi di kumpulkan kelapangan basket. Ada sepuluh orang siswa-siswi yang lulus di tahap pertama. Mereka di beri pengarahan untuk mengikuti seleksi tahap kedua. Dan yang lulus di tahap pertama seleksi olimpiade fisika akan mulai lagi seleksi yang kedua pada hari selasa pas pulang sekolah.
Dan hari selasa pun tiba, semua siswa-siswi berkumpul di lab fisika sekolah. Termasuk Rita yang duduk di pojok ruangan. Yang awalnya ribut seketika hening karena bu wati memasuki lab fisika.
“Assalamualaikum anak-anak dan selamat sore”
“Walaikumsalam bu, selamat sore,” jawab mereka serempak.
“baiklah terima kasih sudah mau meluangkan waktunya hari ini untuk mengikuti seleksi tahap kedua dari olimpiade fisika ini, Apakah sudah datang semua?” tanya Bu Wati.
Salah satu siswa mengangkat tangan bernama Wina.
“Belum bu, Jojo masih belum datang,” jawab Wina.
“Permisi bu, maaf saya terlambat.” terdengar suara dari arah pintu.
“Silahkan masuk jo.” bu wati menyuruh jojo untuk masuk.
“Baiklah, karena sudah kumpul semua kalian akan di seleksi untuk tahap kedua hari ini. Pengumuman tahap kedua akan di umumkan hari senin depan. Kalian akan mengisi lembar pertanyaan ini. Kalian akan mengisi 50 soal. Saya akan mengawasi kalian. Saya akan beri waktu 60 menit. Saya memilih 3 orang di sini untuk mengikuti olimpiade antar nasional di Jakarta nanti. Andi tolong bagikan ini kepada teman-teman mu” Andi berdiri dari kursinya dan memberikan lembar pertanyaan kepada teman-temannya.
Yang mengikuti olimpiade tidak hanya dari jurusan Ipa, ada juga jurusan Ips yang lulus di tahap seleksi yang pertama misalnya Jojo dan Wina.
Mereka berdua diikutkan karena pada kelas X, mereka mendapat nilai terbaik dan di kelas XI mereka memilih jurusan Ips. Jadi masih bisa di ikutkan untuk seleksi olimpiade tahap pertama.
“ waktu tersisa tinggal 15 menit” peringatan dari Bu Wati.
“bu saya sudah selesai” Rita mengangkat tangan.
“silahkan kumpulkan Rita, dan kamu boleh pulang” Rita berdiri dari tempat duduknya kemudian berjalan menuju kedepan untuk menyerah kan lembar jawabannya.
Setelah Rita menyusul-lah Jojo, dan teman-teman yang lain. Begitu selesai semua Bu Wati langsung keluar ruangan dan mengunci ruangan lab fisika.
****
Rita yang datang awal kesekolah langsung menuju ke tempat mading berada. Dan menunggu di depan mading dari setengah jam yang lalu,dia duduk di kursi didepan mading.
“kapan sih di tempel nama-nama nya nih ga sabar gue,” guman Rita.
Datanglah Jojo dari ruangan guru menuju kearah mading, dan menempel satu kertas.
Rita melihat gerak-gerik Jojo.
“ jangan-jangan orang ini yang bakal nempel nama-namanya nih” dan tebakan Rita benar.
Selesai Jojo menempel satu kertas dan menuju kekelasnya di lantai 2.
Dengan sigap Rita dan siswa yang lewat seketika melihat mading dan di situlah Rita berteriak dengan hebohnya menandakan dia lolos di tahap kedua untuk seleksi olimpiade fisika.
Rita menuju kelas dengan berlari, sesampainya di kelas XI IPA 2 dia langsung menghampiri ellin yang sedang menulis.
“Ellin… gue lulus lin, gue lulus” Rita memberitahukan kelulusannya dengan suka cita kepada Ellin.
“iya” Ellin melihat Rita sebentar dan kembali menulis.
“Lin… kok reaksi lo kayak gitu sih ga seneng yaa kalo gue lolos?” protes Rita.
“nanti dulu ta, gue lagi nyalin tugas pak handoko nih gue belum selesai nanti gue di hukum lagi kalo ga selesain nih tugas,” ucap Ellin menjelaskan masalah nya mengapa dia tidak antusias mendengar informasi Rita.
“Emang ada tugas ya.. perasaan ga ada deh” tanya Rita mengingat tugas yang kemarin.
“Sebaiknya lo kerjain deh bareng gue, nanti lo di hukum lagi kalo ga ngerjain, gue tau lo pasti belum ngerjain kalo lo masih nanya kaya gini” Rita cengengesan.
“Tau aja lo lin gue lupa kok kalo ada tugas,yaudah mana tugasnya?”
“Ga usah ngeles deh lo, nih” Ellin mengeser bukunya agar dapat dilihat oleh Rita.
*****
Hari ini ada tiga orang yang terpilih sebagai perwakilan dari sekolah SMA NEGERI 1 NUSA JAYA. Mereka di kumpulkan ke ruangan bapak kepala sekolah.
“Selamat untuk kalian, kalian akan berlomba pada bulan februari jadi kita akan melakukan pelatihan dari sekarang agar persiapan kita matang”
“Baik pak, kami akan melakukan pelatihan dengan baik dan akan berusaha menjadi yang terbaik” Rita hanya diam mendengarkan dua orang yang saat ini berbicara.
“padahal gue juga ada disini tapi ga di omongin,” batin Rita jengkel.
“Dan mana satu orangnya, mengapa kalian hanya berdua?” tanya Bapak kepala sekolah.
“Ohh itu, dia ijin hari ini pak karena ibunya masuk rumah sakit,” jawab Jojo dengan sopan.
“Nanti beritahu dia bahwa kalian akan pelatihan untuk persiapan olimpiade fisika ini”
“Baik pak akan saya sampaikan nanti”
Akhirnya mereka keluar dari ruang kepala sekolah.
Mereka berjalan menuju ruang lab fisika tanpa ada percakapan. Rita sungkan untuk menyapa Jojo dan Jojo juga sebaliknya. Padahal mereka satu sekolah tetapi mereka berdua jarang berinteraksi dengan orang lain selain sahabat-sahabat mereka. Rita asik dengan pikirannya sendiri dam membayangkan bagaimana dia nanti akan berlomba. Ini adalah perlombaan pertama bagi Rita, tidak dengan Jojo yang waktu smp sudah pernah mengikuti olimpiade fisika. Begitu sampainya diruangan lab fisika mereka duduk bersebelahan dengan canggung.
“Hhhmm gue asmarita” Rita memberanikan diri untuk berbicara kepada rekannya yang sedang sibuk melihat kertas.
Jojo diam sesaat dan melihat Rita.
“huhh nama lo Asma?” tanya Jojo bingung dia hanya mendengar nama awal Rita.
“Yaa nama gue Asmarita, lo bisa panggil gue Rita,” jelas Rita.
“Kalo gue mau panggil bengek gimana”
“Eeeh enak aja gue ga ada penyakit bengek atau asam yaa”
“Tapi nama lo Asma”
“Kenapa emang nya kalo nama gue ada Asmanya, yang penting gue ga ada penyakit asma” Rita jengkel kepada Jojo.
“Terserah gue dong mau manggil lo apa, kan yang punya mulut gue,” jawab Jojo santai sambil masih melihat soal latihan yang dia pegang.
“Tapi kan…” ucapan Rita terpotong karena ada Bu Wati yang masuk ke lab fisika.
“Kenapa rita?” Tanya Bu Wati kepada Rita.
“Eehh ibu udah datang, ga kenapa-kenapa kok bu” Rita menjawab dengan cengengesan.
“Baiklah kita mulai sekarang yaa di mulai dengan kalian menjawab soal-soal yang ibu bawa ini,” perintah Bu Wati kepada Rita dan Jojo.
“Bu, Anis Wulandari hari ini ijin karena Ibunya masuk rumah sakit,” beritahu Jojo kepada Bu Wati.
“Iya jo, tadi juga anis ada nelpon ibu kalo dia ga bisa ikut latihan sama kita”
Akhirnya Rita dan Jojo mengisi soal yang di berikan Bu Wati.
****
“Ta, semalam gue di chat sam anak Ips, nama nya” Ellin berhenti bicara saat menoleh Rita yang di sebelahnya yang sedang tertidur pulas.
“Ta bangun ta ada bu wati”
“Huhh mana mana” Rita langsung bangun dan menanyakan keberadaan Bu Wati.
“hahahahahahha” Ellin tertawa sambil memegangi perutnya.
Rita sadar bahwa dia sedang di bohongi.
“kurang asem lo lin, gue lagi tidur juga”
“Lo sihh gue lagi cerita lo malah tidur dan ga dengerin,” bela Ellin.
“Gue ngantuk lin, semalem gue begadang gara-gara si jojo tuh,” jelas Rita kesal.
“Wait wait… siapa Jojo?” tanya Ellin bingung dan melihat Rita dengan curiga.
“Itu temen satu olimpiade gue lin, masa lo ga tau sih”
“Oh… Jojo Arsento”
“Nah tuh lo tau”
“Ya tau lah gue, siapa sih yang ga tau sama Jojo Arsento”
“Tumben lo lin ga kekantin” Rita mencoba mengalihkan pembicaraan.
“Lagi ga mood jalan gue” alasan Ellin untuk bertanya lebih lanjut tentang Jojo dari Rita sahabatnya.
Rita adalah tipe orang yang jarang bicara dengan orang lain dan termasuk dengan teman-temannya di kelas. Dan dikelas dia hanya punya satu teman yaitu Ellin. Berbeda dengan Rita, Ellin adalah anak yang aktif dalam berorganisasi dan pintar dalam bergaul. Biarpun banyak temannya tapi Ellin tetap memilih untuk bersama Rita di waktu istirahat.
****
Sudah 2 minggu Jojo, Rita dan juga Anis melakukan perlatihan untuk perisapan olimpiade fisika. Mereka biasanya mengerjakan soal latihan yang di berikan Bu Wati. Dan Rita juga Jojo semangkin dekat. Setiap malam Jojo akan mengirimkan chat dengan Rita.
Ting ting ting
Rita mendengar pesan masuk di handphonenya.
Jojon kuker : uhuk uhuk
Rita : batuk pak haji
Jojo : nyanyi neng
Rita: oh
Jojo: oh doang
Rita : mau apa lagi emang nya
Jojo: gimana asma lo dah baikan?
Rita : apaan sih jo, gue ga asma kali
Jojo : tapi nama lo ada asmanya, dasar bengek
Rita: lo tuh jojon
Jojo: enak aje lo nama gue bagus yaa, kaya pemain badminton tuh yang ada di tv lo tau kagak
Rita: ga tau tuh gue, dan gue ga ngurusin orang yang namanya lo sebut itu yee.
Hari sudah semangkin malam, mereka berdua masih saling bertukar pesan.
****
Besok adalah pertandiangan olimpiadenya di mulai. Rita, Jojo dan juga Anis berangkat kejakarta hari ini, yang ditemani Bu Wati dan Bapak Handoko. Mereka berangkat memakai mobil yang sudah disediakan oleh sekolah. Setibanya sampai dihotel Rita, Anis dan Bu wina berada di satu kamar sedangkan Jojo dan juga Pak Handoko juga satu kamar. Rita sedang duduk di kursi kamar hotel dan tiba-tiba mendapat pesan.
Rita berdiri dari duduknya dan memanggil Anis.
“nis gue kebawah bentar ya, bilangin ke Bu Wati gue beli mie kedepan”
“iya nanti gue bilangin” Anis bingung sendiri bukannya hotel banyak makanan ngapain masih mau beli mie lagi pikir Anis.
Rita turun dan berjalan menuju pintu keluar hotel. Dan didepan pintu hotel sudah berdiri seseorang yang dikenal oleh Rita yaitu Jojo.
“Ngapain nyuruh gue kesini”
“eehh dari mana lo datang nya, kok gue ga liat?”
“Yaa ga liat lah muka lo kemana gue kemana”
“yok jalan keburu sore nanti” Jojo menarik tangan Rita.
“Eeh mau kemana nih, nanti bu wati marah sama gue”
“Gue udah ngasih tau bu wati kalo lo pergi sama gue”
“kapan lo ngasih tau bu wati”
“Tadi sebelum gue chat lo, gue chat bu wati dulu”
“oh gitu, jadi kita mau kemana nih dan mau ngapain?” tanya Rita sambil melihat tangan nya yang di genggam oleh Jojo.
“kita ke rumah nenek gue bentar” Jojo masih fokus mencari mobil yang dikirim neneknya ke hotel tempat mereka menginap.
“jo,” panggil Rita.
“apaan sih,” gumam Jojo yang menemukan mobil neneknya.
“Tangan gue”
“Hah tangan lo” Jojo langsung melihat tangannya sendiri dan cepat-cepat melepaskan tangan Rita.
“Maaf ta gue sengaja, biar tangan lo anget hehehe tuh mobil nenek gue” Jojo mengajak Rita menuju mobil. Dan akhirnya mereka naik kedalam mobil. Di dalam mobil suasananya menjadi canggung.
“Den Jojo udah lama ya ga main ke rumah nyonya?”
“Iya pak, emang udah lama saya ga ke rumah nenek” Jojo menjawab pertanyaan pak sopir.
Jojo melihat Rita yang berada di samping nya. Diperjalan mereka hanya diam dan tidak bicara apa-apa. Akhirnya mobil berhenti didepan gerbang rumah neneknya Jojo. Mereka berdua turun, Jojo memimpin jalan. Sedangkan Rita berjalan di belakang Jojo.
“assalamualaikum...” Jojo mengucapkan salam di depan pintu rumah yang tertutup.
“waalaikumsalam” terdengar suara sautan dari dalam rumah. Pintu terbuka dan muncullah seseorang.
“Jojo ya ampun sudah besar ternyata kamu udah lama kita ga ketemu kamu mangkin tinngi saja, ayo masuk” Jojo langsung di peluk oleh neneknya dan menyuruh Jojo untuk masuk ke dalam.
“Nek, Jojo ga datang sendiri Jojo datang sama temen Jojo” Jojo menoleh kebelakang dan melihat Rita yang juga melihatnya. Nenek melihat kebelakang dan melihat Rita yang sedang tersenyum canggung. Dan juga menyuruh Rita untuk masuk bersama mereka.
****
Selama 2 jam mereka berbincang-bincang dan sekitar jam 5 sore mereka berdua sampai kehotel. Rita langsung keluar mobil dan menuju ke kamarnya tanpa menunggu Jojo.
“Perempuan emang selalu benar, dan cowo selalu salah” pikir Jojo karena sempat berdebat dengan Rita tentang hubungan mereka.
Tibalah dimana mereka akan melakukan pertandingan.
“Ta, perut gue sakit banget” Anis memegang perutnya.
Rita memberikan minum kepada Anis
“minum dulu nis”
“Anis lo kenapa kok muka lo pucet banget, bentar lagi kita tanding nih” Jojo melihat Anis dengan sedikit khawatir karena mereka akan bertanding sebentar lagi.
“Jojo, Anis, Rita kalian sudah siap nak, sebentar lagi pertandingannya dimulai” Bu Wati bertanya dengan anak didiknya.
“Tapi bu-” ucapan Rita terpotong oleh Anis.
“Gue gapapa kok ta”
Mereka bertanding dengan sangat sengit banyak sekolah yang mengirim perwakilannya yang pintar-pintar. sempat mereka ketinggalan poin. Tetapi mereka masih tetap berusaha untuk menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh juri. Dan ini adalah saat-saat pengumuman kemenangan.
Akhirnya jerih payah mereka berlatih selama hampir sebulan membuahkan hasil. Mereka menang dan berada di urutan pertama juara nasioanal sejakarta.
****
“Ritaaaaa” Ellin berteriak dengan heboh setiba sampai dikelas.
“Apaan sih lo lin, sakit nih kuping gue” Ellin mengedipkan sebelah matanya.
“gimana hubungan lo sama jojo, ada perkembangan ga?”
Rita senyum malu-malu.
“ hhmm kami udah pacaran”
“Udah gue duga, selamat ya yang udah ga jomlo lagi” Ellin duduk di samping Rita.
Dengan berakhirnya olimpiade fisika akhirnya Jojo dan Rita pacaran. Sebenarnya mereka sudah pacaran saat pulang dari rumah neneknya Jojo. Jojo mengajak Rita ke luar hotel, awalnya Rita menolak karena masih marah dengan Jojo pas di dalam mobil. Tapi malam itu Jojo meyakinkan Rita, bahwa dia sangat menyayangi Rita. Karena Rita juga ada perasaan lebih kepada Jojo, akhirnya Rita memutuskan untuk menerima perasaan Jojo. Walau pun pada awalnya mereka menyembunyikan hubungan mereka, sebenarnya hanya Rita yang tidak mau teman-temannya di sekolah mengetahui hubungan nya bersama Jojo. Tetapi karena mulut ember sahabatnya sendiri si Ellin, akhirnya hubungan mereka berdua terbongkar hanya dengan hitungan menit. Jojo tidak masalah jika hubungan nya dengan Rita di ketahui semua orang di sekolah, karena percuma di sembunyikan ujung-ujungnya juga pasti juga nanti ketuan. Dan akhirnya sekarang sudah terbongkar juga karena Rita sendiri yang menceritakan hubugan mereka berdua terbongkar dan menjadi gosip terhangat disekolah.