
Hai!
Namaku Dinda. Karena banyak banget yang request cerita versi lengkap di Wattpad, akhirnya aku tulis juga di sini. Lumayan buat killing time, soalnya HP lagi super sepi—nggak ada notif dari mas 😊
Banyak yang tanya:
“Gimana sih awalnya kenal sama mas Danang?”
Sebenernya aku pernah ceritain di DLVLOG Q&A, tapi di sini akan aku ceritain lebih detail buat kalian semua 💗
Awal Mula
Aku punya kakak kelas SMP dan SMA namanya Mas Fakhri, sekarang dia melanjutkan pendidikan di Akmil. Jujur, dulu aku nggak kenal sama sekali. Waktu aku SMP, dia udah SMA. Waktu aku SMA, dia udah kuliah. Jadi bener-bener nggak pernah bersinggungan.
Aku kenal Mas Fakhri lewat sahabatnya, Mas Dheka (sekarang di IPDN). Aku dulu pernah dekat sama Mas Dheka pas SMA hahaha.
Suatu hari setelah aku pulang dari Karimunjawa, Mas Dheka minta tolong supaya aku foto bareng Mas Fakhri untuk keperluan tugas Akmil. Waktu itu aku kelas 2 SMA dan Mas Fakhri tingkat 1. Mereka ke rumah, kami foto, tuker kontak, dan ya… berteman seperti biasa.
Mulai Dekat
Singkat cerita, saat aku putus sama seniornya Mas Fakhri (waktu aku awal kuliah), aku sering curhat ke Mas Fakhri. Dia paling ngerti kehidupan Akmil dan segala dramanya.
Di kampusku, khususnya International Program, semester 1 ada kegiatan SLT (Self Leadership Training) selama 3 hari. Hari terakhir, aku pulang naik bus bareng teman-teman. Seperti biasa, kalau Mas Fakhri pesiar, kami chat. Lalu tiba-tiba dia ngajak video call.
Aku angkat tanpa curiga sama sekali.
Ternyata…
dia mau ngenalin aku ke Mas Danang yang lagi duduk di sebelahnya. Dan baik aku maupun Mas Danang nggak ada yang tahu kalau mau dikenalin. Kaget dong. Aku langsung matiin videocall dan ngomel panjang lebar di chat hahaha.
Setelah penjelasan yang nggak jelas-jelas amat dari Mas Fakhri, aku akhirnya angkat lagi videocall-nya.
Dan ya… aku kenalan sama Mas Danang.
Asli, malu banget, karena aku baru pulang dari hutan gunung, dingin, lepek, kusut, belum mandi.
Aku tutup cepat karena nggak nyaman videocall lama-lama sama orang baru.
Habis itu Mas Fakhri minta izin buat kasih kontakku ke Mas Danang. Aku oke aja, soalnya cuma nambah teman. Lagian aku sudah putus sama seniornya.
First Impression
Jujur, aku dulu nggak suka sama taruna. Karena pengalaman buruk: ditinggal-tinggal terus, nggak setia, dan lain-lain. Jadi aku negthink parah. Dan aku nggak terlalu tanggapi chat dari Mas Danang.
Tapi ternyata… dia beda.
Setiap mau masuk ke ksatrian, dia izin dengan sangat sopan, ingetin sholat, dan janji akan kabarin lagi kalau pesiar.
MasyaAllah banget. Baru pertama kali ketemu yang kayak gitu.
Oh iya, waktu itu mereka lagi di Bandung, habis latihan terjun dari helikopter. Kereeeen banget!
Itu tanggal 3 Desember 2016.
Chat terus berlanjut, nggak pernah putus.
Sampai akhirnya sebelum akhir pendidikan Para, dia minta aku nemenin Pestakor tanggal 24 Desember 2016 di Solo.
Aku izin ke mama, dan mama bilang boleh.
First Meeting
Aku berangkat dari kos Disa di Solo. Sebelum ketemu, aku sempat ngomong:
“Dis, aku nggak deg-degan sama sekali. Pasti zonk deh. Kayaknya orangnya kaku, jelek, bau.”
(Sumpah jahat banget aku waktu itu 😂)
Aku nunggu Mas Danang lama banget di parkiran. Setelah ketemu, kami masuk dan ketemu sahabatnya Mas Pijar dan pacarnya Mba Amel.
Sepanjang acara Mas Danang muterin aku kenalin satu-satu ke teman-temannya.
Aku senang banget karena merasa dibanggakan.
Ada game pasangan, dan aku dan Mas Danang ditarik ke depan. Harus pasang ikat pinggang dan dasi.
Dan… aku menang tercepat 😂 Malu banget!!
Tapi sumpah, dia asik, lucu, wangi, dan nyambung banget.
Semuanya terasa natural.
Acara selesai, kami pisah.
Keesokan harinya aku jalan sama teman-temanku, Mas Danang pulang ke Magelang.
Tapi chat kami tetap lanjut. Setiap hari. Tanpa putus.