memukuli ku ketika Reyna bersekolah. Berusaha mengingat ucapan Reyna dan terus bersabar. Selama kesabaran ku masih ada aku bertahan. Namun ketika aku memutuskan berjalan lurus ke sisi Tuhan.. ibu tiri ku tak terima dan kembali memukuli ku bahkan ia menarik-narik kerudung ku.
Cukup! Aku memandang nya dengan tatapan melotot dengan ketidaksukaan.
"Kenapa kamu menatap ku seperti itu? Kamu mau melawan saya, hah!! Kamu mau marah karena saya telah melepas kerudung mu itu?" Ucapnya dengan sinis.
"Ya!!" Bentak ku dengan air mata.
"Kau!"
"Kenapa? Sudah cukup kau terus menghajar ku, Bu!. Bahkan dengan bibir ku saja keluh memanggil mu ibu. Ayah memang membiarkan mu bebas di rumah ini tapi tidak dengan kekuasaan mu. Walaupun aku mati, harta tak akan berpindah ke tangan mu." Ucap ku dengan dada berdebar.
"Sudahi pukulan mu sekarang giliran ku."
Ini lah diri ku sekarang, air mata yang kering. Hati yang sudah rapuh, ditambah terbelah menjadi dua. Dengan langkah pelan dengan menggenggam pisau perlahan berjalan ke arah nya. Ia mundur dan ia berteriak kepada ku. Dann..
Jlebb!
Aku menusuk diri ku sendiri di depannya. Tepat ketika Reyna datang.
"Jenika!!!" Teriak Reyna melotot ke arah ku…
Bruk!
Aku terjatuh dengan tatapan keluh, menunggu ajal ku tiba. Reyna melepaskan tas nya dan berlari ke arah ku.
"Jen.. bangun!!" Reyna memukul pipi ku pelan.
"Tak ada harapan lagi untuk mu, Rey."
Reyna menangis dengan histeris menatapku.
"Maafkan aku yang tidak bisa bersabar.."
Reyna menggeleng. "Ini semua salah mama."
"Bukan salah mama! Dia menusuk dirinya sendiri! Kau melihatnya kan?"
"Ia! Aku melihatnya, dia bunuh diri karena mama!"
Deg!
"Jika ada apa-apa dengan Jenika, mama tidak akan tenang aku buat."
Reyna memapah Jenika keluar.
3 hari kemudian Reyna berhenti sekolah dan memilih belajar kedokteran. Ia ingin menjadi psikolog agar bisa membantu anak kecil yang tersiksa seperti Jenika.
Orang tua Jenika dihukum seumur hidup karena terbukti menyiksa. Reyna dan ayah Jenika hidup bersama sampai tua. Sesekali, ibu Jenika menyusul Reyna untuk sekadar menanyakan kabar.