Gambar dalam Cerita
Sebuah suara dari seseorang membangunkan Ayu yang masih tertidur pulas. Ayu pun kembali melanjutkan tidurnya. Dan suara itu terus menganggu Ayu. Ayu pun membuka matanya dan melihat Riska yang sedang membangunkannya.
“Udah Ris, nanti aja aku masih ngantuk nih?..”
“Ehh Ayu. Ayo kita sudah telat nih..”
“Telat apa coba, ini kan masih gelap..”
“Kita harus sholat..”
“Sholat? malam malam kayak gini? Sholat apa? Aku masih ngantuk Riska, Ihh nyebelin bangett”
“Sholat tahajud Ayu.” Riska sambil menarik tangan Ayu untuk bangun.
“Nanti aja deh yaa, aku baru aja tidur..”
“Ehh Ayu. Ayo ada Ali..”
Ayu pun bangun dari tempat tidurnya dan berlari menuju cermin.
“Ayo Ris, nanti kita telat lho..”
“Wow cepat banget..”
Ayu dan Riska bejalan menuju masjid dan terlihatlah seorang pemuda berjalan menghampiri mereka berdua. Dan ternyata dia Ali.
“Assalammualaikum..” Ucap Ali.
“Walaikumsalam..”
Tanpa sepatah kata lagi Ali pun pergi meninggalakan mereka berdua.
“Ehh.. Ali..” Panggil Ayu.
“Iya ada apa?” Jawab Ali menghentikan langkahnya dan menghampiri Ayu.
“Anuu. Kamu mau ngapain berjalan di sana kita kan mau sholat..”
“Aku sudah kok..” Jawab Ali sambil tersenyum.
“Oh. ya udah aku pergi dulu ya..”
“Iya hati-hati..”
“Assalammualaikum..”
“Walaikumsalam..”
Ayu semakin penasaran dengan Ali. Setelah sholat tahajud Ayu menunjukkan surat yang ditemukannya tadi kepada Riska. Riska pun membacanya, ternyata surat itu memang untuk Ayu.
-Untuk Ayu-
Aku sudah melihatmu pada saat pertama kali kamu memasuki pesantren. Dan aku merasakan ada suatu hal yang sangat istimewa pada dirimu. Aku mencari tahu tentang dirimu dari beberapa santriwati. Lebih semangat belajar ya.. Kalau kamu butuh bantuan aku bisa bantuin kamu. Tapi kamu harus izin dulu sama Kiai.. Jangan pernah menyerah Aku akan selalu mendukungmu.
– M. Ali Sholehudin –
Betapa terkejutnya Ayu ternyata surat itu dari Ali. Ayu sangat bingung dan Riska pun tersenyum melihat tingkah Ayu yang semakin aneh.
“Apa benar ini dari Ali?..” Tanya Ayu.
“Iya Ayu, temanku yang paling imut.”
“Yess, aku seneng banget Ris, peluk Ris”
“Sini sini, dasar cewek ini yaa”
“ahh kamu bau”
“Ehh.. Enggak Ayu, kamu ngajak berantem ya?”
“Wekk, tangkap aku dong”
“Gamau ahh capek”
Suara adzan telah memanggil mereka untuk melaksanakan sholat shubuh. mereka berdua segera kembali menuju masjid.
Setelah Sholat shubuh Ayu dan Riska menuju kamar mandi untuk mandi, dan bersiap untuk belajar. Setelah mandi Ayu meninggalkan kamar mandi tanpa di temani Riska. Di perjalanan menuju asrama putri, Ayu melihat Ali, Ayu sangat cangung bertemu dengan Ali. Ali pun mengajak Ayu untuk keluar dari pesantren dan mencari makan di luar. Ayu mengiyakan ajakan Ali, mereka berdua menuju pintu keluar pesantren. Dan menuju sebuah warung makan. Ali memesan makanan banyak sekali. Ayu terkejut, Ali menjelaskan bahwa itu untuk semua santri dan santriwati. mereka berdua makan di sana. Di tengah Ayu memakan makanan Ali mengatakan sesuatu yang mengejutkan dan tidak akan bisa dilupakan oleh Ayu.
“Ayu?.” Panggil Ali.
“Iya, Kenapa?..”
“Aku suka sama kamu..”
Gemetar hati Ayu mendengar ucapan dari Ali.
“Hahaha, kamu bercanda ya..”
“Enggak aku serius, Aku suka sama kamu..” Ungkap Ali menatap mata Ayu.
Ayu batuk dan mengajak Ali untuk kembali. Ali mengiyakan ajakan Ayu.
“Habis ini kamu ikut Aku ya. Aku mau mengajari kamu sesuatu..”
“Apa?..” Tanya Ayu.
“Membaca Al-Qur’an..”
“Ohh.. Enggak perlu kok..”
“Eits. Kamu jangan menolak, ini perintah dari Pak Kiai..”
“Loh kok?..”
“Iya, kalau gak percaya tanya saja sama Pak Kiai..”
Masuklah mereka menuju pesantren. Dan Ayu meninggalkan Ali sendirian. Ayu ingin menemui Kiai. Ayu bertanya tentang perintah yang diterima Ali, Dan ternyata itu benar. Ayu pun kembali dan mencari Ali. Ayu melihat Ali membagikan makanan ke santri dan santriwati. Ayu menunggu Ali selesai membagikan makanan. Setelah selesai Ali menghampiri Ayu dan mengajaknya. Ali mengajak Ayu ke sebuah ruangan untuk belajar. Ayu pun teringat bahwa dia lupa membawa tilawati Ayu pun ingin kembali ke asrama putri, tapi dihentikan oleh Ali.
“Loh, Katanya kamu mau mengajari aku..”
“Iya, enggak usah pakai tilawati..”
Ali memberi saran kepada Ayu dan mengatakan sesuatu yang mengejutkan
“Kamu hanya perlu mendengarkan..” Ucap Ali.
“Iya..”
“Ayu kamu tidak boleh menyerah.. Kamu harus terus belajar ingat kata kataku ini Tidak ada namanya terlambat untuk belajar.. Oh, ya Aku harus pergi besok. Ibuku sakit jadi Aku akan kembali lagi setelah ibuku sembuh.. Kamu belajar yang giat di sini..”
“Iya. Aku akan menunggumu. Tapi kamu harus janji untuk kembali..”
“Insyaallah..”
Keesokan harinya,
Ali pun meningalkan pesantren dan Ayu, untuk menemui ibunya.
Hari demi hari berganti Ali sudah 7 bulan pergi meningalkan pesantren dan belum kembali.. Kini Ayu sudah bisa membaca Al-Qur’an dan hafal 28 juz Al-Qur’an. Ayu masih menunggu datangnya Ali. Ayu tetap besabar. Ayu pun kehilangan sahabat terdekatnya di pesantren Riska yang sudah pergi meningalkan pesantren 2 bulan yang lalu..
Ayu terus menunggu Ali.. menunggu dan menunggu.. Dan akhirnya Ali menepati janjinya, Ali kembali ke pesantren untuk mengajak Ayu pulang ke rumahnya.. Sebelumnya Ali dan Ayu berpamitan dengan Kiai. Ayu sangat senang karena Ali datang dan mengajaknya untuk pulang. Ali menginjak pedal gas dan segera menuju rumah Ayu, Di perjalanan Ayu pun tersenyum bahagia, kebahagiaan Ayu sungguh sangat lengkap karena Ali mengatakan akan secepatnya melamar Ayu..
Sesuai janjinya akhirnya Ali melamar Ayu, mereka berdua sangat bahagia.. Setelah 1 bulan menikahlah Ayu dengan Ali. Hari itu sangat indah, berawal dari awal yang gelap kemudian terbitlah sebuah cahaya kehidupan yang sesunguhnya. Ayu pun sangat bersyukur kepada Tuhan karena mempunyai suami yang baik, Sholeh dan hafal seluruh isi Al-Qur’an yaitu Muhammad Ali Sholehudin.
“Tidak ada kata terlambat untuk belajar.”