Satu per Satu
Teen
18 Feb 2026

Satu per Satu

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2026-02-18T231712.233.jfif

download - 2026-02-18T231712.233.jfif

18 Feb 2026, 16:17

download - 2026-02-18T231709.426.jfif

download - 2026-02-18T231709.426.jfif

18 Feb 2026, 16:17

Yang bisa bertahan hidup dialah yang akan menjadi penguasa. Begitulah hukum rimba yang berlaku. Kita hanya bisa mensyukuri betapa nikmatnya hidup walau kadang-kadang kita juga harus hati-hati dengan kematian. Saat ini aku berada dalam sebuah lingkungan yang dekat dengan kematian dan tidak adanya sebuah kedamaian. Kekerasan selalu menyapaku di setiap hari. Namun hati sebenarnya Berbicara lain. Hati ini situasi cocok dengan lingkungan seperti itu. Lalu dari manakah aku berasal? Apakah itu juga menjadi penting bagi kalian? Justru mulai dari pertanyaan seperti inilah bahkan pertengkaran-pertengkaran itu terjadi.

Sebagai petarung sejati, tak terbersit sama sekali untuk menyebut dari mana aku berasal dan siapakah aku? menurutmu masih perlukah jika aku mengatakan bahwa aku ini berasal dari papua atau dari makasar, atau bahkan Madura dan lain sebagainya? Bukankah itu berarti hanya mengandalkan etnis yang sangat menakutkan dan tangguh? TIDAK… .ini langkah langkah seorang kesatria. Bahkan yang demikian itu terlihat sebagai langkah yang sombong. Tapi sebagai lelaki seharusnya. “One by one”… .begitulah kata yang selalu terlontar ketika saat akan disitulah.

Tiba-tiba handphoneku bergetar dalam celana saku, itu pertanda bahwa ada temen-temenku yang terlibat dalam sebuah pertarungan. Merke telah memanggilku untuk ikut mempertaruhkan nyawa dalam medan yang selalu terhias oleh pedang ganasnya sayatan, clurit, belati, yang haus akan darah. Tapi aku tak ingin lagi ikut dalam pertempuran-pertempuran itu sehingga aku harus membuat beberapa alasan pada temen-temenku kali ini.

Kemudian setelah kejadian-kejadian seperti itu, kalian akan mendengar bahwa ada beberapa mayat ditemukan di dalam jembatan kolong yang mati mengenaskan. Dan kalian hanya bisa pasrah. Siapa yang telah membunuhnya? Tidak akan ada yang tahu. Jangankan kalian, aku sendiri tak pernah tahu siapa yang telah membunuh mereka. Aku kini sering merenung, Apa yang diperebutkan aku dan mereka selama ini hingga diantara kita akhirnya harus berjumpa dengan kematian? Betapa berartinya sebuah kekuasaan bagi kita. Apa untungnya jika harus membunuh saudara kita sendiri sebagai manusia yang sama-sama makhluk Tuhan?

Mengenai diriku, sekarang bahkan kau takkan anggapan bahwa aku ini mantan petarung. Aku sendiri merasa nyaman dengan penampilanku saat ini. Yang dulunya mungkin bertampang seram, Wawasan panjang, jenggot belah dua, dan tato srigala di lengan kiriku yang selalu melekat mengidentitaskan bahwa aku ini adalah srigala yang beraura kekerasan. Namun kini semuanya telah berubah dan zaman pun telah berubah. Kini tibalah pada zaman dimana seharusnya kita menghargai sebuah perbedaan. Zaman yang kita anggap sebagai zaman yang harus menghargai sesama manusia. Kata kaum humanis Memanusiakan manusia.

Dengan rambut yang tersisir rapi, kini aku benar-benar sadar bahwa aku tak ingin kembali ke dunia kelam itu. Dunia yang serba tidak jelas dalam menjalani hidup. Saatnya menatap masa depan yang jelas. Demi persahabatan, cinta, dan cita-cita kita berlomba-berlomba untuk menjadi yang terbaik dimata Tuhan. Dan dengan cinta, semua ini karena wanita yang saat ini berada tepat disampingku. Senyumnya yang selalu menggetarkan jiwa dan membuatku tak mampu untuk berucap satu kata apapun ketika berhadapan, sangat berbeda ketika menghadapi musuh-musuhku, dulu.

Di malam yang damai itu berdua sudah cukup lama duduk berduaan, dan diam tanpa sepatah katapun. Dengan rasa yang selalu kusimpan selama ini aku sudah tidak kuat lagi untuk menahannya. Awalnya kukira ini adalah sesak nafas karena nafasku sering tak beraturan jika berada disampingnya. Namun, kini aku tahu bahwa ini adalah cinta pertamaku yang baru kutemui setelah menjalani beberapa cinta palsu yang bulshit. “Love is Bulshit” begitulah aku menganggap cinta sebelum aku bertemu dengan gadis ini

Baiklah, memang harus kuakui sekarang bahwa sebagai mantan perarung aku mungkin memang tak punya pengalaman untuk masalah batin seperti ini. Lagi pula, memang, sejak dulu aku kurang pandai dalam masalah cinta (cinta yang sebenarnya), inilah yang pertama kalinya. Baru kali ini aku merasa kulitku seakan tersayat-sayat ketika melihatnya sedang bersama lelaki lain. Walaupun dia adalah seorang sahabatnya. kini, aku benar-benar tenggelam dalam irama cinta yang mengalun indah. Walau untuk sementara ini hanya mengalun dalam hatiku seorang. Aku ingin hati ini berirama cinta dengan hatinya.

baru kusadari bahwa selama ini aku lebih memikirkan keahlianku dari pada berpikir tentang cinta yang dulu selalu kuanggap masalah yang cengeng, seperti film-film drama korea. Tapi saat ini bahkan aku tak tahu apa yang telah kurasakan. Gundah, gelisah, dan yang terbayang hanyalah seorang bidadari tanpa sayap itu. Sebenarnya jika kalian ingin tahu, wajah wanita yang sanggup menaklukkan sang Srigala ini tidak begitu cantik. Tapi sungguh teramat manis, seperti tebu.

Dengan goncangan batin yang seperti itu aku tetap tidak sanggup untuk mengungkapkannya. Namun sebenarnya meski kita saling mengungkapkan rasa, kita sudah tahu bahwa kita saling mencintai. Karena aku tak perlu takut lagi untuk mengatakannya.sebagai mantan petarung. malulah jika tidak berani dalam hal ini. Lalu, pelan-pelan kupegang, dan berbisik “aku mencintaimu”. lalu gadisku tersipu malu dan mengangguk pelan-pelan. Tahukah kalian? Dia anggun sekali dengan baju warna ungu malam ini.

***

Sebagai lelaki, sudah sepatutnya melindungi wanitanya dengan segenap rasa cinta yang sebenarnya. Tidaklah seseorang yang dilakukan para remaja saat ini, mereka banyak terlanjur dalam melakukan hubungan seks sebelum menikah. Bukankah jika aku mengajukan seorang gadis untuk melakukan perbuatan mesum seperti itu akan merusak masa? berarti jika aku melakukan itu, aku tidak menyayanginya. Dan malulah yang harus ditanggung jika itu benar-benar terjadi. Jadi, Harus berpikir dua kali untuk melakukan hal semacam itu. dari sejelek-jeleknya perbuatanku selama ini, syukurlah hal demikian yang tidak pernah kulakukan. Aku kasihan pada gadis-gadis yang telah kehilangan keprawanannya itu. Bagi lelakinya mungkin berpikir berbekas jika do, namun si ceweklah yang akan meninggalkan bekas.

Hidup memang penuh rintangan. Dan aku harus menghadapi rintangan-rintangan itu untuk mendapatkan apa yang aku inginkan. Setelah beberapa bulan kita menyatukan hati dalam bingkai asmara. Beredarlah kabar tak sedap tentang kekasih yang sedang jauh disana. Kabarnya Niken, nama gadisku, telah diculik oleh segerombolan anak muda yang berpenampilan macam preman. Ada beberapa warga yang melihat kejadian itu. Namun, tak ada yang berani untuk menolong Niken, karena segerombolan anak muda tersebut membawa beberapa senjata tajam. Saat mendengar kabar itu, aku bingung dan bertanya-tanya siapakah yang berani menculik gadis pujaanku itu.?

Tapi, tak lama kemudian berderinglah handphoneku.

“Halo…? Siapa ?.

“Halo… aku Bajing. Masihkah kau ingat padaku kawan… hahaha? jawab orang itu sambil ketawa.

Ternyata memang benar dugaanku bahwa yang telah melakukan semua ini adalah musuh lamaku. Tanpa pikir panjang kemudian berangkat aku berangkat-jauh dari jogja menuju Surabaya untuk mendatangi markas si bajing. Saat ini mataku telah gelap dan tidak lagi memandang bulu, siapa yang akan saya hadapi nanti. Kemarahanku tidak dapat di tolak lagi. Bisa-bisanya mereka tema pengecut seperti itu. Jhancuk .. !!!

Saat ini aku berada di tengah-tengah anak buah Bajing. Setiap saat bahkan mereka bisa saja menuukkan bebarapa belati pada perutku, tapi aku tetap tidak peduli tentang hal itu. kematian itu sendiri bagiku bukan apa-apa lagi karena kematian yang paling menyakitkan dalam hidup ini adalah kematian orang yang teramat kucintai. Keadaan yang tak pernah kubiarkan terjadi.

Aku tahu, bahwa aku pernah melakukan kesalahan beberapa tahun yang lalu. Aku secara tidak sengaja telah membunuh adik kandung si bajing saat ini, namanya Joni. Tapi, pembunuhan itu kulakukan karena tidak udah. Saat itu, dia hampir saja membunuhku dengan clurit. Tapi beruntunglah aku bisa menangkisnya kala itu. Dan clurit itu berbalik menusuk perut Joni. Jadilah bumerang.

Mulai saat laporan, bajing manaruh dendam padaku. Namun, akankah dendam ini terus berlanjut sampai pada keluarga-keluarga kita berdua selanjutnya? Berlanjut pada anak-anakku, kemudian sampai pada cucuku sehingga permusuhan ini tak ada akhir. Hal semacam itu, bahkan telah membudaya di daerahku, tapi aku tak mau mengikuti budaya sesat seperti itu.

Di kampungku, jika salah satu dan salah satunya mengalami kekalahan dan mati, maka anaknya harus menyerahkan dendamnya. Dan ini berarti darahku atau darah si bajing harus dikurangi oleh salah satu anak kita berdua saat nanti. Seperti sistem budaya yang sedang berjalan. Tapi, saat ini aku sadar bahwa budaya itu baik-baik. Dan aku sudah sering mengajar oleh khotbah-khotbah pesan bahwa dendam itu baik. Oleh karena itu, saat ini aku ingin menutup budaya macam itu.

“Hai bajing, sebelum kita memberi aku punya suatu tawaran buatmu” teriakku ditengah-tengah anak buah bajing.

Kemudian bajing berjalan mendekatiku dan memutakhirkan sombongnya yang penuh dengan kebencian “hah…? kau kira ini pasar pakek tawar menawar segala hah? ” teriaknya lantang.

“Tapi ini demi anak cucu kita kelak cuk, agar mereka tidak ikut menyimpan dendam sepertimu. Dan setelah ini tidak ada bunuh lagi ”teriakku sedikit terpancing.

Bajing terlihat sedang berpikir, dan aku tak sabar menunggu persetujuannya.

“Baiklah kalau begitu, kita akan membuat perjanjian” kata bajing tiba-tiba. Tak kusangka juga bahwa dia akan menerima tawaran itu.

Lalu kuucapkan perjanjian “baiklah, siapa yang kalah dalam pertarungan ini, tidak akan lagi menyimpan rasa dendam. Dan tidak ada lagi yang harus meminum darah. anak buahmu semua ini telah menjadi saksinya ”

“Baiklah .. !! aku setuju ”katanya.

Sekarang, saatnyalah menentukan siapa yang paling tangguh antara srigala hitam versus harimau putih. Perlu diingatkan juga oleh semuanya, bahwa pertarungan ini dilayani oleh kelompok-kelompok-kelompok. Tapi, pertarungan antara kita berdua secara jantan, satu per satu. Aku mau untuk cintaku, dan bajing ing untuk dendamnya padaku.

Saatnya memutuskan kuda-kuda karena bajing sudah sejak tadi memesang kuda-kudanya. Tanpa bisa dihalangi lagi, pertarungan itupun benar-benar terjadi. Jika kalian terjadi, kecepatan tentulah menjadi kuncinya. Kecepatan menangkis pukulan, kecepatan memukul, menendang, dan mengelak. Seperti komunikasi yang tengah diperagakan oleh kita berdua.

Brak… !!!

Lalu aku terlempar jauh terkena tendangan bajing, kini semakin bengis. Dia bahkan mengeluarkan sebuah belati dari jaket coklatnya. Ternyata dia benar-benar sangat bernafsu ingin menghabisiku. Tapi, justru saat inilah kesempatanku untuk memangkan pelarungan ini. Karena orang yang sedang dibalut oleh emosi lebih gampang ditaklukkan. Lalu, kuatur nafasku dan mencoba untuk lebih rileks dalam membendung serangannya.

Nafas bajing sudah mulai terkuras habis karena diperbudak oleh nafsu, saatnya aku beraksi. Dengan dua kali gerakan lalu kupukul sehingga belati itu terlempar ke tanah. Kupukul mukanya, kuhantam perutnya dengan kaki sehingga bajingpun terkapar lemas dan jatuh.

Baiklah, pertarungan ini sudah berakhir bajing. Aku tidak akan membunuhmu. Tapi, ingat janjimu tadi ”lalu kumelangkah pergi menuju Niken yang masih terikat tali di sebuah kursi. Kubuka tali-tali itu. Kemudian dia langsung menerapkanku. Kemudian dia berbisik, “aku sangat mencintaimu…”. pekukannya benar-benar hangat dan gadisku kini bisa kembali kubawa pulang.

Tentang hidup, bersukurlah bagi orang-orang yang sadar akan hidup. Bahwa hidup di dunia ini adalah berita kehidupan yang kekal, hidup ini adalah sesuatu yang sementara. Jadi, aku pun harus kembali ke jalan Tuhan menata hidup yang lebih baik lagi untuk menuju Tuhan sang penguasa alam. Kini Aku dan Niken ingin hidup berdampingan dampingan pada Tuhan dengan segala apa yang kita punya. Inilah semua kulakukan untuk menebus dosa-dosaku yang dulu. Tapi, dosaku-dosaku dulu harus ditebus dengan perbuatan macam apa Tuhan?

Kembali ke Beranda