Ingin Kamu Yang Dulu
Teen
14 Feb 2026

Ingin Kamu Yang Dulu

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2026-02-14T090837.786.jfif

download - 2026-02-14T090837.786.jfif

14 Feb 2026, 02:09

download - 2026-02-14T090836.626.jfif

download - 2026-02-14T090836.626.jfif

14 Feb 2026, 02:09


Menatap langit yang hanya dipenuhi asap gelap. Rintikan hujan turun membasahi tiap sudut kota. Udara dingin serentak memeluk erat tubuhnya. Acha menghela nafas. Helaan nafas berat yang selalu ia hembuskan setiap kali air dari langit itu turun. Helaan nafas sesak yang selalu terasa dua tahun ini.

dirogohnya ponsel hitam polos miliknya di saku seragam sekolahnya. Ditekannya salah satu tombolnya. Menyala, dan Acha tersenyum hambar. Wallpaper ponsel itu bahkan masih belum mau berubah. Tetap wajah seorang lelaki tampan yang tiba-tiba menghilang entah ke mana.

"Aku kangen kamu Zy , aku kangen kamu yang dulu .." ujar Acha

Dua tahun berlalu , kini Acha sudah duduk di bangku kelas 1 SMA , masih teringat jelas dibenaknya masa-masa dua tahun yang lalu saat ia bersama lelaki itu

"Cha , gua janji sama lo gak akan buat lo sedih apalagi sampai meneteskan air mata , gua janji bakal jagain lo selamanya Cha .." Ujar lelaki itu

Tapi itu hanyalah sebuah masa lalu , kini sosok lelaki itu telah menghilang . bukan lelaki itu yang menghilang tapi sifat lelaki itu yang kini menghilang . Perubahan itu terjadi saat Ozy melihat Acha sedang bersama seorang lelaki padahal saat itu Ozy dan Acha masih berstatus berpacaran . Ozy terlihat sangat marah terhadap Acha mulai sejak saat itulah Ozy memendam rasa benci dan selalu bersikap semena – semena kepada Acha , dan Acha hanya bisa sabar menerima perlakuan kasar dari Ozy .

"Tuhan .. kembalikan Ozy seperti yang dulu .." Lirih Acha

"Hey Cha , lo kenapa ??" Ujar seorang temannya seraya menepuk pundaknya

"Eh elo Ik .. enggak kenapa-kenapa kok Ik ..!"

"gua tau kok Cha , pasti lo sedih liat Ozy yang sekarang kan ??"

Acha hanya bisa mengangguk pelan , air mata Acha perlahan mulai turun . ia hanya bisa menangis seraya memeluk erat tubuh sahabatnya itu , tangisannya seakan menjadi bukti bahwa ia sangat merasakan kesedihan mendalam terhadap perubahan sifat Ozy yang seperti ini.

"Cha lo yang sabar ya . gua janji kok sama lo bakal bantuin lo "

"Makasih ya Oik .."

"Iya sama – sama . ya udah gua keluar dulu ya .."

"Iya .."

Dari kejauhan dilihatnya lelaki itu sedang bercanda tawa dengan teman – temannya , Acha hanya bisa tersenyum miris melihat Ozy bisa tertawa lepas seperti itu , Acha mulai berjalan keluar kelas nya menuju suatu tempat yang bisa memberikan ketenangan baginya .

"Biasanya gua sama Ozy selalu bercanda bareng disini , tapi itu dulu . Tuhan , sampai kapan gua harus kaya gini .." Gumam Acha

Hembusan angin terasa sangat menyejukan suasana hari ini , daun – daun pepohonan mulai berjatuhan meninggalkan batangnya , Acha hanya bisa memeluk lututnya untuk melampiasan rasa sedihnya tersebut . bendungan kecil di matanya pun tak mampu tertahan lagi

"Dreetthh .." Handphone Acha bergetar dilihatnya ada 1 pesan dari Oik , setelah membaca pesan tersebut Acha segera berlari kembali kesekolahnya

"Ada apa sih Ik ..?? " Tanya Acha saat sudah berada di depan Oik

"Panjang ceritanya , ayo lo ikut gua ke UKS .." Ujar Oik menarik tangan Acha

Sesampainya di UKS dilihatnya seorang lelaki berpostur tinggi dan berkulit hitam manis itu sudah terbaring kaku dengan beberapa memar di bagian wajahnya , Acha terlihat sangat shock , mata Acha mulai berbinar dan segera mendekati lelaki tersebut

"Ozy , lo kenapa ?? Ozy bangun .. jangan bikin aku khawatir .." Lirih Acha

"Cha , dari pada lo goyang – goyangin tubuh Ozy kaya gini , mending lo obatin luka dia aja , kasian dia , liat mukanya berdarah babak belur .." Ujar Oik

"Iya Ik .."

Acha bangkit dari duduknya dan segera mencari air hangat untuk membersihkan sisa – sisa darah di wajah Ozy , sesaat kemudian Acha sudah kembali dengan membawa air hangat

"Ik , kok bisa kaya gini sih , gimana ceritanya ??" Tanya Acha seraya membersihkan luka Ozy

"Tadi kata deva , ozy berantem sama ray cha .." jawab Oik

"Kok bisa ??"

"Gua gak tau cha , lo Tanya aja deh nanti sama ray .."

Acha hanya mengangguk pelan , dengan perasaan yang lembut dan penuh kasih sayang Acha dengan hati – hati mengobati luka Ozy . Air mata Acha mulai terbendung di pelupuk mata nya , Acha menatap miris wajah lelaki yang masih berstatus pacarnya itu .

"Aku tetep sayang sama kamu zy , walaupun kamu udah benci sama aku tapi sampai kapan pun kamu tetep pacar aku .." Lirih Acha

Acha menghapus air mata nya yang perlahan mulai mengalir di wajah cantik nya , acha menengadah melihat langit langit UKS , melintas sejenak di pikirannya saat ia dan ozy sedang berada di sebuah pantai sedang membuat istana pasir mereka secara bersamaan .

"Yee , Istana nya udah jadi .." Girang Acha

"Iya cha , nanti kalo kita udah nikah , nanti kamu aku buatin istana yang nyata , bukan cuma istana pasir seperti ini .." ujar Ozy memeluk tubuh Acha dari belakang

"Makasih ya zy .. aku sayang banget sama kamu .."

"Aku juga sayang sama kamu , Sampai kapan pun kamu akan tetap jadi pacar aku walaupun nanti kamu nikah sama orang lain pokoknya kamu tetep pacar aku , dan aku janji bakal rebut kamu lagi dari orang itu kalo itu sampe terjadi .." Tegas ozy mencium pipi Acha

Acha hanya bisa tersenyum miris saat mengingat hal tersebut , bendungan kecil itu tak mampu ia tahan lagi , dengan derasnya bendungan tersebut mengalir membasahi wajah manis gadis ini . dengan cepat Acha lansung menghapusnya dengan tangannya , di lihatnya ozy masih belum sadarkan diri .

"Andaikan aja kamu tau zy kenyataan yang sebenarnya , orang itu bukan pacar aku atau pun selingkuhan aku , dia itu kakak aku zy . kakak aku dari malang , tapi kamu gak pernah mau dengerin penjelasan aku . apa kamu emang udah benci banget sama aku .." Lirih Acha seraya menyentuh lembut wajah ozy

"Sabar ya Cha .. Gua janji sama lo bakal bantuin lo , bakal buat ozy kaya dulu lagi . lo jangan nangis , gua gak mau liat lo nangis gini .." Ujar Oik memeluk tubuh sahabatnya ini

"Iya , makasih ya ik .."

Oik melepaskan pelukannya , kemudian pergi meninggalkan UKS mebiarkan Acha bersama Ozy . Hanya ini lah kesempatan Acha untuk bisa melihat wajah ozy sedetail ini untuk melampiaskan rasa rindu nya selama ini kepada Ozy . Acha tersenyum manis menahan pahit yang ia rasakan .

"Aku percaya , suatu saat kamu bakal berubah kaya dulu lagi . Aku cuma buat kamu , dan aku gak mau yang lain karena aku cuma mau kamu .." Lirih Acha mencium kening Ozy

Tak bisa aku berdiri tegap sampai hari ini

Bukan karna kuat da hebat dan hebatku

Semua karena cinta , semua karena cinta

Tak mampu diriku dapat berdiri tegap

"Aku jaga hati ini cuma buat kamu , sampai kapan pun aku akan slalu ada buat kamu , dan hati ku selalu akan menerima mu.." Ujar Acha

Sudah setengah jam berlalu tapi ozy tak kunjung sadarkan diri , Acha masih tetap setia menemani ozy yang masih tak sadarkan diri itu . Acha menyandarkan tubuh nya di dinding UKS, air mata nya terus mengalir tanpa henti nya , hanya selang beberapa saat tangan tangan mungil ozy mulai bergerak , Acha yang menyadari hal itu lansung mendekati ozy .

"Ozy .. Kamu udah sadar . lo gak apa – apa kan ??" Ujar Acha dengan meta berbinar

"Gue dimana ..??" Lirh Ozy dengan nada yang masih lemas

"kamu di UKS , tadi kamu pingsan .." jawab Acha lembut

"Ngapain lo disini .. pergi lo sana .." Bentak ozy

Dengan sisa sisa tenaga nya yang masih terkumpul Ozy lansung mendorong tubuh Acha sampai acha terhempas di lantai dan kepala nya membentur tembok , Ozy terlihat sangat murka saat melihat Acha tadi . Acha meringis kesakitan tapi ozy tak memperdulikannya , Ozy hanya diam menatap acha sinis .

"Aww .." Rintih Acha memegangi kepala bagian belakangnya yang terbentur tembok

"Ya allah , .." Lirih Acha

Tangan Acha telah berlumuran cairan merah yang bersumber dari bagian belakang kepalanya yang terbentur tembok tadi , Badan Acha mulai melemas , Acha menangis menahan sakit akan benturan di kepalanya , darah itu telah mengalir di leher dan di baju Acha .

"Udah gak usah Ackting , gua gak kasian liat muka melas lo .." Ketus Ozy

"Udah cepet lo pergi dari sini .." Tambah Ozy

Acha tak menghiraukan ucapan Ozy tadi , Acha terus menangis menahan rasa sakit yang ia rasakan , Acha memejamkan matanya seraya berdoa meminta pertolangan dari yang maha kuasa , tubuh acha benar – benar sudah tak berdaya , tubuhnya terkulai lemah di lantai tak sadarkan diri , menyadari hal itu Ozy lansung bangkit dari kasur dan mendekati Acha .

"Lo kenapa ?? Bangun ! jangan ngerepotin gua kenapa .." Kesal Ozy

"Ahh , sialan ini anak . kalo aja gua gak kasian sama lo udah gua biarin deh lo , biar lo mati .." Dumel Ozy

Ozy menganggkat tubuh Acha ke atas kasur , Ozy lansung berlari keluar UKS untuk mencari Oik , Ozy berlari sekencang mungkin tanpa memperhatikan keadaan sekitar dan memperdulikan keadaanya , setelah sampai di kelas Oik Ozy lansung menghampiri Oik .

"Kok lo disini Zy ..??" Tanya Oik heran

"Udah deh gak usah bawel , itu temen lo sekarang udah mau mati di UKS .." Cerocos Ozy

Oik kaget bukan main saat mendengar ucapan Ozy yang sangat kasar itu , Oik sudah sangat murka dengan ucapan Ozy , Emosi telah merasuki tubuh Oik tanpa pikir panjang tangan mungil Oik lansung mendarat keras di wajah Ozy .

"Jaga ya omongan lo , lo itu biadab tau gak zy . Acha itu udah bela – belain ngobatin luka – luka lo tadi , lo malah ngomong kaya gitu .." Bentak Oik dengan nada yang sangat tinggi

Ozy masih tak percaya melihat oik semarah ini kepada nya , Ozy terus memegangi wajahnya yang di tampar Oik tadi , Oik memalingkan tubuhnya dari Ozy melenggang akan pergi menjauh dari lelaki tersebut , Oik benar – benar murka dengan lelaki tersebut .

"Dan asal lo tau ya , yang nyelamatin lo pas lo hampir mati di tabrak mobil itu Acha . dan akibat nya dia 1 bulan di rawat di rumah sakit , dan itu cuma demi lo yang gak punya hati ini .." Bentak oik meletakan jari telunjuknya di kening Ozy

"Dasar manusia gak tau terima kasih .." tambah oik

Kali ini oik benar – benar pergi meninggalkan Ozy yang masih tercengang melihat amarah Oik , sementara Oik sudah berlari menuju UKS untuk melihat keadaan sahabat nya itu . kaget bukan main , saat Acha melihat baju dan tangan Acha sudah berlumuran darah ,

"Acha , lo kenapa ?? bangun cha bangun .." Histeris Oik

"Lo sabar ya , gua bakal cari bantuan buat lo Cha .." tambah oik

Oik lansung berhamburan keluar dari dalam UKS mencari bantuan dengan wajah yang sudah di penuhin oleh air mata , setelah menemukan bantuan Acha pun lansung di bawa kerumah sakit sekitar , Oik tak lansung ikut kerumah sakit tak melainkan pergi ke kelas dahulu untuk mengambil tas acha . dilihatnya masih ada Ozy di sana , Dengan emosi yang meledak ledak Oik kembali medaratkan tangan nya ke wajah ozy dan kali ini lebih keras dari pada yang tadi .

"Biadab lo ya , apa yang lo lakuin ke Acha haa ??" Bentak Oik

"Gua gak ngapa – ngapain dia , gua cuma dorong dia pelan .." jawab ozy dengan ekspresi tanpa dosa

"Lo memang bener – bener biadap . gak punya hati , lo liat aja gua bakal aduin kelakuan lo sama kakak lo , kak dayat biar lo tau rasa .." Ujar Oik

Ozy kaget bukan main saat mendengar Oik akan memberitahukan hal ini kepada Kak Dayat kakak kandung Ozy , kak dayat memang orang nya keras dan kasar Ozy sudah membayangkan apa yang akan terjadi padanya selanjutnya , Ozy mencoba menahan Oik tapi oik sudah berlari jauh meninggalkan Ozy .

"Argghhhh .." Ozy mengacak frustasi rambutnya

Oik sudah di perjalanan menuju ke rumah sakit bersama dengan deva sepupu Acha , tak lama kemudian Deva dan Oik telah sampai dirumah sakit mereka dengan sesegera mungkin langsung berlari menuju UGD melihat keadaan Acha .

"Acha tidak apa - apa , untung saja benturan itu tidak terlalu keras , kalau saja itu terjadi terlalu keras nyawa nya pasti tidak akan terselamat kan .." Ujar sang dokter kepada Oik dan Deva

"Jadi Acha gak perlu di rawat dok ??" tanya Oik

"Enggak perlu , Acha bisa lansung pulang tapi sebaiknya dia harus istrihat yang cukup bila dirumah nanti .." Saran dokter

"baiklah dok terima kasih .." ujar Oik

Dokter itu hanya tersenyum kemudian berlalu meninggalka oik bersama teman - temannya , dari dalam ruangan terlihat Acha tersenyum manis kearah teman - temannya yang sedang menunggunya di luar , dengan di temani oleh seorang dokter Acha pun keluar dari ruangan tersebut .

"Lo gak apa - apa kan Cha ?? Gua Khawatir tau sama lo .." Ujar Oik memeluk sahabatnya ini

"Iya gua gak apa apa kok Ik , Kita pulang yuk . gua gak betah sama bau' obat disini .." Pinta Acha

Teman - temannya hanya mengangguk meng-iyakan permintaan Acha , Oik Acha dan Deva pun lansung pulang kerumah deva sedangkan yang lainnya kembali ke sekolahan . Acha memang sudah sejak lama tinggal di rumah deva dan keluarga nya karena kedua orang tua Acha tinggal di luar negri .

Aku yakin yang nolongin aku tadi kamu zy , walaupun kamu tadi gak ikut ke rumah sakit .." Batin Acha

"Cha , kok lo bisa kaya gini sih ??" Tanya Oik

"Tadi gua kepleset Ik , kepala gua ngebentur tembok .." Alibi Acha

Oik hanya bisa menggeleng mendengarkan kebohongan dari sahabat nya itu , sementara Acha hanya tersenyum kecil . Oik masih tak mengerti mengapa Acha tak mau mengatakan sebenarnya , cinta nya kepada ozy telah membutakannya .

Lo terlalu baik Cha , Lo sampe tega bohongin gua cuma demi ngelindungin Ozy . Gua kasian liat lo cha , kenapa lo harus selalu berkorban buat lelaki gak punya hati itu ??" batin Oik

Akhirnya kini mereka telah sampai dirumah Deva , keadaan rumah deva terlihat sangat sepi . ya wajar saja mereka disini hanya tinggal berempat deva acha dan kedua orang tua Deva , dan sudah beberapa hari yang lalu sampai hari ini kedua orang tua deva sedang ada tugas di luar kota .

"Lo baik - baik ya disini . gua mau pulang dulu , nanti kalo ada apa - apa lo telfon gua aja .." Ujar Oik

"Iya ik , makasih ya ik udah banyak berkorban buat gua .." Ucap acha

"Iya sama - sama Cha .."

Oik pun pergi meninggalkan rumah deva menggunakan mobil berwarna merah miliknya , Oik tak lansung pulang , ia sebelumnya mampir ke rumah ozy untuk terlebih dahulu , dilihatnya dari luar mobil ozy belum ada disana , yang ada hanya mobil kak dayat , Oik pun lansung memencet bel rumah Ozy tak lama kemudian kak dayat pun keluar dari dalam rumah .

"Ehh Oik , tumben kesini . ayo masuk , tapi ozy nya belum pulang .." Ujar kak dayat ramah

"Iya kak , lagian oik bukan mau ketemu ozy . oik ada perlu nya sama kakak .." Ucap Oik

Setelah berada di ruang tamu dan kak dayat sudah mempersilahkan Oik untuk duduk , oik lansung duduk tepat di depan kak dayat . Oik tak mau berlama - lama , oik lansung to the point dan menceritakan hal yang sebenarnya kepada kak dayat tentang perlakuan ozy kepada Acha selama ini .

"Astaga .. kasian Acha . lo tenang aja , kakak bakal kasih perhitungan buat bocah satu itu . kakak ikut prihatin ya atas keadaan acha .." Ujar kak dayat

"Iya kak .. Ya udah kalo gitu Oik pulang dulu ya kak . Maaf udah ganggu waktu nya .." Ucap Oik

"Iya .. Enggak kok ik . hati - hati di jalan .."

Oik hanya tersenyum kemudian pergi meninggalkan rumah ozy , sementaria Acha tengah terbaring di kasur nya memeluk erat sebuah photo nya saat bersama Ozy . Pikiran nya mulai kembai ke masa lalu nya saat bersama Ozy .

"Aww .." Lirih Acha

"Kamu kenapa Cha ??" Tanya Ozy khawatir

"Kaki aku berdarah Zy , kena batu karang .." Manja Acha

"ya udah sini aku obatin ya .."

Ozy membawa Acha ke pinggiran pantai dan mengobati luka yang ada di kaki Acha dengan penuh rasa kasih sayang , Acha hanya bisa tersenyum saat melihat ozy mengobati lukanya .

"Aku janji gak akan biarin kamu di jahati apalagi sampai di celakain sama orang lain . aku bakalan selalu jagain kamu cha .." ujar Ozy memeluk Acha

Tapi itu hanyalah sebuah masa lalu , masa lalu yang indah bagi Acha . tapi sekarang semua nya telah berbalik , Ozy malah mengingkari janji nya bahkan dia sendiri yang mencelakai Acha , Kini acha hanya bisa menangis menerima perlakuan dari Ozy .

"Zy , andai kamu tau yang ada di benak ku , aku rela kehilangan segalanya bahkan nyawaku sekali pun demi kamu zy . aku terlalu sayang sama kamu .." Lirih Acha

Acha terus menangis tersendu memeluk photo itu , sementara Ozy sedang tertidur pulas di sofa ruang tamu rumah nya . tak lama kemudian kak dayat keluar dari kamar nya dan melihat ozy dalam keadaan seperti itu , Kak dayat lansung menarik Ozy dari kursi tersebut dan bangkit berdiri .

"Lo enak - enakan tidur disini , gak mikirin acha yang ke sakitan gara - gara ulah lo . manusia macam apa lo ini zy ?? lo cowok atau bukan .." bentak kak dayat

"Kakak apa - apaan sih . tiba - tiba marah , ungkit - ungkit cewek itu pula .." Heran Ozy

"Lo gak usah pura - pura begok . gua udah tau semua nya . Gua malu punya adek kaya lo , dan bukan hanya gue yang malu bahkan kalo mama sama papa tau tentang kelakuan lo pasti mereka juga malu punya anak kaya lo .." Ujar kak dayat panjang lebar dengan nada yang sangat tinggi dan tempo yang beraturan

Ozy hanya diam tak berani menjawab kata kata ka dayat , ozy hanya menunduk tak mempunyai nyali untuk menatap kak dayat yang sepertinya sudah marah besar kepada nya .

"Lo bukan adek gua , Gua gak punya adek yang biadap kaya lo .." tegas kak dayat

Jantung Ozy berdegup kencang , matanya membulat mendengar ucapan yang keluar dari mulut kakak nya yang kini telah lenyap dari pandangannya , Ozy hanya bisa mengacak frustasi rambutnya . keesokan hari nya ozy telah berada di depan kelas Acha , ntah angin apa yang menggiringnya ke sini .

"Ehh itu ozy kan ik ??" Tanya Acha kepada oik

"Iya .. ngapain ya tu anak di depan kelas kita .." heran Oik

"tau deh ik , udah yuk cepetan . gua mau ngejauh dulu dari dia .." Ujar Acha

Acha dan Oik pun kini sudah mendekat dengan Ozy setelah berada tepat di depan Ozy mereka berdua lansung berlari masuk kedalam kelas tanpa memperdulikan kehadiran ozy di depan kelas nya .

"Tumben lo ngejauh dari ozy ??" Tanya Oik

"hehehe , lagi gak mood aja Ik .." Jawab Acha

"dasar lo ini .."

Saat jam istirahat Acha tengah berada di dalam kelasnya sendirian karena oik sedang pergi ke perpustakaan , di ambang pintung acha melihat ada seseorng yang tak asing lagi bagi nya . orang tersebut pun mendekati Acha , acha seakan acuh melihat kedatangan orang tersebut .

"mau apa kamu kesini ?? mau marah - marahin aku lagi ?? Mau ngebenturin kepala aku di tembok lagi ?? atau mau bunuh aku ?? Silahkan , asal kamu seneng .." Ujar Acha

"udah diem deh lo gak usah sok di depan gua . asal lo tau ya , gara - gara lo kak dayat marah sama gua . cewek sialan lo itu , ngapa lo gak mati aja sih kemaren ??" Bentak ozy menjambak rambut Acha

"Sakit zy .. Sakit . lepasin rambut gua zy ,," lirih Acha menahan Sakit

"gak akan gua lepasin .."

Ozy terus menjambak rambut Acha padahal kepala Acha masih di perban gara - gara kemarin , Acha hanya bisa menangis menahan sakit di kepala nya . air mata nya telah mengalir deras tak ada henti nya , Acha memegangi kepalanya semakin keras acha menagis semakin keras juga Ozy menjambak rambut Acha .

"Ozyyy .. Berhenti .." Ujar oik

Oik berlari menghempaskan buku nya kelantai mendekati ozy dan Acha , Emosi nya mulai memuncak Oik mendorong keras tubuh ozy menjauh dari Acha , Oik lansung memeluk erat tubuh sahabat nya ini , untung saja darah d kepala acha tidak kembali mengalir .

"Lo gak apa - apa kan Cha ??" Tanya Oik yang merasa khawatir dengan Acha

"Gua enggak apa - apa kok .." jawab Acha

Oik melepaskan pelukannya dari tubuh Acha kemudian mendekati Ozy yang masih terkulai di lantai kelas , Emosi benar - benar sudah menguasai diri Oik sehingga ia tak mampu mengendalikannya lagi , oik sangat murka melihat perlakuan semena - mena Ozy kepada Acha .

"bangun lo bangsat . kemaren gua cukup sabar sama lo , sekarang kesadaran gua udah abis . lo itu gak pantes idup , mending lo itu mati .." bentak Oik

"Oik udah , lo gak boleh kaya gitu . gua gak apa - apa kok .. kita pergi aja dari kelas ini .." ujar Acha bangkit dari tempat duduk nya

Acha menarik paksa tangan Oik meninggalkan kelas tersebut . lapangan basket terlihat sepi tak ada yang berlatih disana , Oik dan Acha pun duduk di pinggir lapangan tersebut , Acha menyenderkan kepalanya di bahu Oik . Air matanya terus mengalir tanpa henti .

"Udah lo gak usah nangis lagi Cha , dia itu gak pantes buat lo tangisin .. " hibur Oik

"Tapi gua sayang sama dia Ik .." jawab Acha

Oik hanya diam tak bisa menjawab perkataan yang keluar dari mulut sahabat nya ini , telukis indah dibenak Acha kejadian beberapa tahun silam saat kedua orang tua nya akan pergi ke luar negri , saat itu Acha dan Ozy tengah berada di bandara mengiringi kepergian kedua orang tua Acha keluar negri .

"Udah dong cantik jangan nangis lagi . kan disini ada aku yang slalu sayang sama kamu , aku gak suka liat kamu nangis gini , pokok nya aku gak akan biarin kamu nangis lagi . aku janji .." Ujar Ozy mengenggam erat kedua tangan Acha

Tapi kenyataan yang terjadi apa ?? sekarang ozy sudah lupa dengan kata katanya , dia malah membiarkan acha menangis dan parahnya lagi Acha menangis karena Ozy . memang sakit , sangat sakit tapi Acha selalu berusaha untuk tegar .

Menangis aku kenang saat hati ku kau tinggalkan

Hanya sakit yang aku pendam dalam rindu yang semakin dalam

Tak tau harus dimana ku temukan jawabnya

Kau pujaan ku dimana , ku sakit harus menunggu lama

Merana hati merana dan rindu aku bertanya

Kekasih kau yang ku kenang , jatuhkan ku dalam rintangan

Walau sakit yang aku pendam , rindu ini tak kunjung padam

Tak tau harus dimana ku temukan ..

"Tuhan berikan aku kekuatan untuk menghadapi semua ini tuhan , Bantu lah aku aku untuk mengembalikannya seperti dulu .." batin ku

Kini acha telah berada di rumah deva , kini ia sedang duduk termenung di teras depan rumah acha ditemani Gitar kesayangan pemberian dari ozy saat ulang tahunnya . di peluknya erat - erat gitar tersebut , masih teringat jelas di benak nya saat Ozy mengajarkan nya cari bermain gitar .

"Gini lo cha .. Aduh susah deh ngajarin kamu .." Ujar Ozy

Ozy duduk tepat berada dibelakang Acha jika dilihat dari belakang mereka seperti sedang berpelukan , Ozy memegang kedua tangan Acha dan mengrahkan Acha ke kunci dan cara memetik gitar yang benar , ozy dengan sabar mengajarkan Acha , sampai Akhirya Acha sudah mahir bermain gitar .

"Zy aku kangen kamu yang dulu .." gumam Acha

Acha diam duduk mematung menatap kosong kedepan ,ia sadar dari lamunnya setelah mendengar ponselnya berbunyi , dilihatnya ada telfon dari nomor baru , dengan sedikir ragu Acha akhirnya mengangkat telfon tersebut .

"Halo ..." Ujar Acha lembut

"Ehh cewek sialan , gua harep lo besok udah gak ada di dunia ini lagi . mending lo bunuh diri deh sana , dari pada lo hidup bisanya cuma nangis doang . mending lo mati sana , setan - setan pasti seneng deh kalo lo mati kan mereka daper temen baru .."

Acha sangat mengenal suara itu , ya itu suara Ozy . Acha hanya diam dan terus mendengarkan ocehan ozy yang sebenarnya sudah sangat keterlaluan itu dan bisa di bilang sudah tidak pantas untuk di dengar , tapi Acha tetap sabar padahal kata - kata ozy itu sangat menyayat - nyayat hatinya .

"Kenapa lo diem ?? apa lo udah mati ?? bagus deh kalo lo udah mati biar ngurangin manusia manusia yang tidak berguna di dunia ini . jangan ngarep kalo gue bakal baik sama lo .."

"Thanks saran nya .." Jawab Acha

Acha lansung memutuskan sambungan telfon dari Ozy , ia langsung berlari masuk kedalam kamar nya , di banting nya kuar kuat pintu kamar tersebut untuk melampiaskan rasa kesal dan rasa sakit yang tengah mengisi hati nya saat ini . sementara ozy hanya tertawa renyah merasa puas akan perlakuannya terhadap Acha .

"mampus lo .. hahaha . dasar cewek gak berguna , coba aja ya tu cewek bener - bener mati , pasti aman banget hidup gua .." cerocos Ozy

"Plakkkk .." Kak dayat yang murka mendengar ucapan ozy lansung mendarat kan tangannya di wajah Ozy dengan sangat keras . sebenarnya kak dayart tidak tega melakukan hal ini kepada Ozy tapi ini demi kebaikan ozy agar setan yang menempel di tubuh ozy cepat keluar dari tubuhnya .

"Mulut lo emang ga punya aturan lagi , hati lo udah gak ada . mending lo pergi dari rumah ini , gua gak sudi tinggal satu rumah sama setan kaya lo .." bentak Kak dayat

"Kakak gak ada hak buat ngusir gua ,." Protes Ozy

"Gua punya hak , gua anak tertua di rumah ini . mama dan papa pun pasti setuju jika tau yang sebernarnya . liat aja gua bakal kasih tau semua ini sama mama sama papa .." Ancam kak dayat

"jangan kak , jangan kasih tau mama papa tentang semua ini , gua janji besok bakal minta maaf sama Acha . Gua janji kak gua bakal berubah .." ujar ozy

"gua janji kak .." tambah nua

Kak dayat menatap ozy dengan tatapan tak percaya , lama kelamaan ekspresi Ozy semakin lucu yang membuat kak dayat menahan tawa nya , karena sudah tak kuat menahan tawa lagi kak Dayat lansung menggangguk percaya kemudian masuk kedalam kamarnya tertawa lepas mengingat wajah ozy tadi .

***

Sang mentari pagi mulai menampakkan dirinya , ia bergerak perlahan namun pasti , terlihat malu-malu ia ingin muncul namun akhirnya ia memberanikan dirinya menampakan wujud nya untuk menyinari seluruh alam semesta , Cahaya nya membuat udara terasa sedikit hangat , di sudut kelas terlihat oik dan Acha tengah asik membicarakan sesuatu .

"Achaaa .."

Acha melihat kearah sumber suara tepatnya di ambang pintu kelas nya , Acha sudah tau orang itu siapa dan tebakannya benar . Acha dan Oik memandang acuh bahkan merasa tidak senang akan kehadiran orang tersebut .

"Gua bener - bener mau minta maaf sama lo Cha , gua janji bakal nebus semua kesalahan gua sama lo . gua janji bakal memperbaiki semua kelakuan gua buat lo .."

"basi tau zy .. " ketus Acha

"Tapi gua serius Cha , ini bener - bener dari hati gua . jujur gua masih sayang banget sama lo , gua minta maaf , gua udah tau yang sebenernya , gua minta maaf Cha .."

"Udah ah Ik bosen gua di kelas ini . Pergi yukk .." Ujar Acha tanpa menghiraukan perkataan Ozy

Acha telah berlalu dari kelas itu begitupun dengan oik , Ozy mengacak frustasi rambutnya . mungkin kali ini giliran acha yang marah dengan ozy , ya wajar saja kata - kata ozy selama ini terlalu menyakitkan bagi Acha , semua orang pasti akan bersikap seperti itu jika menerima perlakuan kasar seperti ini dari orang lain .

"Gua emang bodoh , selama nya gua terlalu dendam sama rasa cemburu gua . gua terlalu bodoh udah nyia - nyiain cewek sebaik Acha , gua terlalu bodoh nyakitin cewek sepolos dia . gua memang bodoh , mungin ini hukum karma bagi gua .." Lirih Ozy

"Sabar bro , gua yakin Acha gak akan lama kok marah sama lo , gua tau dia cewek yang baik . lo sabar aja .." Ujar seseorang

"Ray ?? Ray maafin gua waktu itu udah bikin lo masuk rumah sakit gua bener - bener minta maaf ray .." Ujar Ozy

"Iya gak apa - apa kok bro .." Jawab ray

Saat sesudah pulang sekolah Ozy sudah bersiap - siap untuk pergi kerumah deva untuk kembali menemui Acha . Setelah sampai dirumah Deva , Ozy lansung memencet bel di rumah Deva , hanya selang beberapa saat saja deva keluar dari dalam rumahnya .

"Mau ngapain lo disini ?? kurang puas lo nyakitin Acha ??" bentak Deva

"Enggak dev , gua cuma mau minta maaf sama Acha .." Ujar Ozy

"Acha udah pergi , dia udah di bandara mau pergi ke Sidney nyusul mami papi nya .." jawab Deva

"Lo serius ..??" Tanya Ozy tak percaya

"Iya lah , mendingan lo cepetan ke bandara deh sebelum acha pergi .." Saran Deva

Ozy lansung mengangguk kemudian lansung memasuki mobilnya dengan secepat kilat Ozy telah meninggalkan rumah deva dan lansung menuju bandara , setelah sesampainya di bandara Ozy lansung mencari Acha .

"Lo dimana sih Cha ?? apa lo udah bener - bener pergi . Pliss kasih gua kesempatan buat ngungkapin semua ini .." lirih ozy

Ozy mulai putus asa saat sudah sekian lama mengelilingi bandara dan tidak menemukan Acha , Ozy kembali mengedarkan pandagannya . seorang gadis dengan tas ungu miliknya tengah berdiri di dekat pintu keberangkatan , dengan langkah cepat ozy lansung mengjampiri wanita tersebut .

"Achaa tunggu .." teriak ozy

Acha lansung menoleh kearah ozy mengangangkat sebelah alisnya , Ozy lansung menghampiri Acha dan lansung memerat tubuh mungil gadis yang masih berstatus pacar nya ini ,

"Pliss Cha jangan pergi , gua sayang sama lo . gua gak mau kehilangan lo lagi untuk yang kedua kali nya , gua minta maaf atas perlakuan gua selama ini ke elo . itu semua gua lakuin karena gua sakit hati sama lo , tapi gua udah tau kebenarannya dari oik , gua bener - bener minta maaf Cha , pliss jangan pergi . jangan tinggalin gua disini .." Ucap ozy panjang lebar

"Gua rela ngelakuin apa aja asal lo mau maafin gua dan asal lo tetep di Indonesia jangan pergi dari Indonesia , gua mohon Cha jangan pergi , gua sayang sama lo .." tambah ozy

"kamu kenapa sih zy ?? siapa yang mau pergi ??" heran Acha

"Bukannya lo mau pergi ke Sidney mau ikut mami papi lo ..??" ujar Ozy

Acha tertawa mendengarkan ucapan Ozy kemudian melepaskan pelukan ozy dari tubuhnya , di tatapnya dalam- dalam kedua bola mata lelaki yang ada di depannya itu . kedua tangannya ia letakan di atas bahu Ozy , Acha mulai tersenyum manis kepada Ozy .

"Aku itu gak mau ke Sidney , yang mau ke Sidney itu kak Zahra kakak aku . aku ke bandara cuma mau nganterin dia aja .." jelas acha

"kok kata Deva tadi ..??" Ujar Ozy

"Oh deva yang ngasih tau kamu , hahaha dia cuma ngerjain kamu doang . lagian mana mungkin aku bisa ninggalin Indonesia mana tega aku ninggalin kamu disini , kan kita udah janji bakal sama - sama terus sampai kapan pun .." Ujar Acha

"Lo beneran kan gak ke Sidney ..??" Tanya ozy memastikan

"Iya beneran ozy .." jawab Acha

Ozy tersenyum bahagia sekaligus tersenyum lega , kembali di peluknya tubuh gadis pujaan hatinya ini . Ozy tak perduli lagi bahwa ini tempat umum , sementara Acha hanya bisa tersenyum Bahagia karena ozy telah kembali kepadanya .

"Aku sayang banget sama kamu . aku minta maaf ya atas semua nya sama kamu .." ujar Ozy

"Iya , aku juga sayang kamu .. sebelum kamu minta maaf aku pasti udah maafin kamu kok . ya udah kita pulang yuk .." Ujar Acha

Ozy mengangguk mengiyakan perkataan Acha , kedua insan itu kini telah kembali bersama . meniti hidup berdua seperti dahulu , mereka membiarkan kejadianhari kemarin sebagai pelajaran dan sebagai kenangan yang akan selalu mereka ingat selama nya .

Kembali ke Beranda