teka teki??
Horror
12 Feb 2026

teka teki??

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2026-02-13T005833.113.jfif

download - 2026-02-13T005833.113.jfif

12 Feb 2026, 18:00

download - 2026-02-13T005832.250.jfif

download - 2026-02-13T005832.250.jfif

12 Feb 2026, 18:00

Hari ini adalah hari pertama Irma mengajar di kelas XII B. Ketika dia masuk ke dalam kelas, semua murid sudah duduk tenang di tempat masing-masing. Meja belajar disusun berpasang-pasangan sebayak empat baris. Tetapi ada satu yang menarik perhatiannya.

Semua siswa duduk berpasang-pasang, kecuali satu meja paling belakang di pojok kanan kelas. Di situ duduk seorang siswi. Irma tidak bisa melihat dengan jelas wajah perempuan itu karena rambutnya terurai ke depan. Hanya sekilas terlihat wajah pucatnya saja.

Mengira anak itu mungkin sedang sakit, Irma mencoba mengabaikan dulu.

"Anak-anak, perkenalkan. Nama saya Irma Farida. Kalia bisa panggil Bu Irma saja. Saya guru kimia kalian untuk tahun ini."

Irma menceritakan sekilas latar belakangnya, bagaimana sistemnya mengajar dan sebagainya. Sambil menjelaskan, matanya kembali menyapu seisi kelas. Semua siswa tetap diam dan memperhatikannya dengan seksama. Kecuali siswi duduk paling belakang sendirian itu. Kepalanya tetap menunduk. Irma semakin penasaran.

"Biar kenal kalian semua, saya absen satu per satu dulu yah," ujar Irma sambil membuka absensi siswa.

"Agam", panggil Irma.

"Hadir..." jawab seorang siswa gendut yang duduk di baris ke 3, di depan siswi misterius itu.

"Bardos?"

"Hadir.."

...

Sudah separuh nama siswa di kelas disebut. Namun, pada saat nama "Miranda" disebutkan, tidak ada yang menyahut. "Anu Bu..." salah satu siswi duduk terdepan menyahut. "Miranda, sakit Bu."

"Oh ya?" Irma menyelidik.

"Iya Bu, denger-denger lagi sakit diare dia," sebagian anak ikut menimpali. Irma melihat beberapa siswa mencoba menyembunyikan wajah mereka.

Irma lanjut mengabsen nama lagi...

Setelah semua nama disebutkan, dia menyadari siswi yang duduk paling belakang tersebut masih belum dipanggil.

Karena rasa penasarannya, dia kembali bertanya sambil menunjuk, "Saya lupa namanya itu. Yang duduk di situ, itu siapa yah?"

Siswi terdepan itu kembali menjawab, "Yang paling belakang gak ada orang kok Bu. Memang kosong Bu. Dua-duanya memang kosong..."

"Iya Bu" "Memang kosong bu" sahut seisi anak-anak lagi.

Irma memastikan semua tempat duduk terisi, dan memang hanya bangku paling belakang diduduki siswi misterius itu, sedangkan sebelahnya tidak ada orang. Akhirnya Irma berjalan ke belakang. Menarik tangan siswi misterius itu, sehingga terlihat wajahnya. Dia hanyalah orang yang menggunakan make-up bedak putih.

Siswi itu menatap dengan terkejut, seisi kelas juga ikut terkejut.

"Sebetulnya keusilan kalian itu cukup sempurna. Saya tadi hampir percaya kalau kelas kalian berhantu. Tapi sayangnya, tadi kalian keceplosan," jawab Irma sambil tersenyum.

Jawaban

Petunjuk pertama, ketika Irma menunjukkan jarinya ke belakang, normalnya anak yang merasa ditunjuk akan menjawab. Dalam kasus ini, jika baris paling belakang benar-benar kosong, seharusnya Agam yang duduk di posisi berikutnya itu akan merasa ditunjuk (karena berarti dia duduk paling belakang). Seharusnya dia menjawab. Tetapi, anehnya dia tetap diam.

Petunjuk kedua ada di siswi terdepan itu. Seharusnya ia harus memastikan terlebih dahulu siapa yang ditunjukkan oleh Irma. Tetapi kenyataannya dia langsung menyelutuk bangku paling belakang kosong, tanpa konfirmasi.

Terlihat jelas mereka kompak ingin menjahili guru baru mereka. Terbukti beberapa siswa mencoba menutupi wajah mereka. Kemungkinan besar karena mereka menahan tawa.


______________



Malam ini rasanya sepi sekali. Soalnya ayah, ibu dan adik keluar kota. Saya harus di rumah sendiri soalnya minggu depan ujian akhir semester di kampus.

Jadi saya menghabiskan waktu belajar. Kadang kalau bosan nonton TV di ruang tamu. Atau kalau gak ada kerjaan maka akan cari makanan di dapur. Malam itu, setelah bosan belajar saya pergi ke dapur mencoba mencari sesuatu yang bisa diembat di dalam lemari es. Namun horornya, ternyata gak ada apa-apa di dalam lemari es. Hanya cahaya oranye dari lemari es menerangi wajah saya yang kecewa di dalam dapur yang gelap...

Saya memutuskan nonton TV. Tapi di TV pun tidak ada acara yang menarik. Hanya acara drama tidak jelas.

Arg bosan sekali! Teriak saya dalam hati. Tiba-tiba ponsel saya yang terletak di kamar saya di lantai 2 berbunyi. Buru-buru saya lari naik ke atas. Ternyata yayang yang telepon. Dia seperti tahu kalau saya sedang bosan. Kami ngobrol sana sini hampir selama satu jam.

Setelah telepon, kita lanjut chat lagi. Mungkin 2-3 jam. Saya sudah gak ingat waktu lagi. Terakhir saya kirim ucapan selamat malam lalu saya pun tidur...

Namun tiba-tiba saya terbangun!

Saya belum mematikan lampu-lampu di bawah. Buru-buru saya turun ke bawah, matikan TV, matikan lampu di toilet, lampu di dapur, lampu di ruang tamu. Kalau gak, besok pagi saat mama pulang melihat lampu menyala semalaman bisa diomel habis-habisan. Haha, untung gak lupa. Dan saya pun kembali tidur.

Jawaban

Sang tokoh utama tidak pernah menyalakan lampu dapur. Sebab terakhir kali dia pergi ke dapur, kondisi dapur sudah gelap. Jadi pada, saat turun ke bawah untuk menutupi lampu, mengapa dia menutup lampu dapur?

Kembali ke Beranda