MY HUSBAND
Romance
11 Feb 2026

MY HUSBAND

Download Thumbnail Edit

Gambar dalam Cerita

download - 2026-02-12T002650.277.jfif

download - 2026-02-12T002650.277.jfif

11 Feb 2026, 17:27

download - 2026-02-12T002649.285.jfif

download - 2026-02-12T002649.285.jfif

11 Feb 2026, 17:27

" mom. " panggil Darren. Anak semata wayang ku pada diri ku yang memang saat ini tengah duduk sendiri seraya menonton televisi.

" ya? Kenapa nak? " tanya ku memandang dirinya yang berjalan mendekati ku seraya membawa sebuah box berwarna hitam berkelip warna warni yang begitu rapih dan bersih karena selalu ku bersihkan walau ku letakkan di gudang.

" Darren mau nanya. Boleh? " tanya dirinya duduk di samping ku.

" sure sayang. Mau nanya apa sama mom? " tanya ku mengelus puncak kepalanya.

" ini apa mom? Aku tadi bantu bibi bersihin gudang. Dan aku terus ketemu ini. Kata bibi, di dalam kotak ini banyak kenang kenangan mom. " jawab Darren memandang ku dan membuat ku mengambil alih box yang semenjak tadi di pegang oleh Darren.

" ini kenangan mom dulu. Sebelum ketemu dad mu. " ucap ku tersenyum tipis. Mengingat kenangan yang mulai menyeruak di benak ku.

" mom? " ujar Darren karena aku terdiam cukup lama seraya membuka box itu dan mulai meneliti isi box tersebut. Darren yang tak bisa diam pun juga ikut mengambil beberapa barang yang ada di dalam situ dan mulai ikut menelitinya.

" dia siapa mom? Wajah nya seperti tak asing. Iya kan? " tanya Darren menatap lekat kliping yang penuh dengan foto - foto seorang pria yang terlihat cukup muda.

" dia idola mom dulu. Dia penyanyi yang cukup tampan dengan suara emasnya yang bikin mom jatuh cinta. " ujar ku dan membuat Darren ber-ooh ria.

" apa sampai sekarang mom masih menyukainya? " tanya Darren memandang ku.

" tentu saja mom masih menyukainya. Sampai kapan pun mom akan tetap menyukainya. Dia penyanyi kebanggaan mom dan sampai kapan pun akan terus seperti itu. " jawab ku mengangguk.

" awas dad tau mom. Dia akan marah. " ujar Darren melirik ke arah ku.

Anak ku yang kini sudah berusia enam tahun memang sedang aktif - aktifnya bertanya mengenai berbagai hal. Bahkan dirinya cukup mengerti jika ayahnya begitu posessif pada ku.

" euh? Marah? Kenapa dad harus marah? " tanya ku dengan kening berkerut bingung.

" mom seperti tak tahu dad saja. Dia akan marah dan cemburu jika mom membicarakan pria lain. " sahutnya dan membuat ku tertawa seraya menganggukkan kepala ku. Mengiyakan ucapan anak lelaki ku ini.

" ha ha ha. Kau benar. " jawab ku.

*****

" aku jadi ingin mendengar suara idola mom itu. " ujar Darren memandang ku.

" kau mau dengar? " tanya ku memastikan.

" heum. Iya. Aku mau dengar. " jawabnya mengangguk.

" ajak dad ke sini dulu. " ujar ku dan membuat Darren menggelengkan kepalanya.

" mom suka sekali mencari perkara dengan dad. Kalau dad cemburu bagaimana? Lebih baik kita berdua saja. " tanya Darren dan sekali lagi membuat ku tertawa.

" dad tak akan marah, Sayang. Mom yakin itu. Liat saja nanti. " ujar ku.

" baiklah. Tapi awas ya dad marah pada mom. Darren gak mau belaain mom. " ujarnya. Membuat Darren mengangguk dan mengalah. Dirinya mulai beranjak menuju kamar ku yang tak jauh dari posisi kami berdua sembari memanggil - manggil dad nya.

" daddy. "

" dad. " teriak Darren sembari masuk ke kamar dan menyerbu ke arah suami ku yang memang baru keluar dari kamar mandi.

" sayang. Jangan teriak - teriak boy. Sakit nanti tenggorokan mu. " ujar suami ku sambil menggendong anak kami dan mulai mengelus leher anak kami berdua. Sangat terlihat suami ini begitu khawatir dengan keadaan tenggorokan anak lelakinya.

" sorry dad. " cicit Darren menyesal.

" gak papa. Dad gak marah. Dad cuma khawatir. Nanti kamu serak kalau teriak begitu. Memangnya Darren ada apa manggil dad? " tanya ku.

" mom manggil dad. Tapi dad jangan marah ya sama mom. " ujar Darren memandang lekat ke arah suami ku.

" kenapa dad harus marah sayang? Ada apa? " tanya suami ku bingung. Pasalnya di antara aku dan suami memang tak ada masalah sama sekali.

" tadi aku bantuin bibi beresin gudang. Dan aku ketemu box milik mom. Kata bibi itu box isinya kenang - kenangan mom dulu. Dan pas ku tanya sama mom. Itu kenangan mom sebelum menikah dengan dad. Dan mom bilang mom masih menyukai kenangan mom itu. " jelas Darren dan membuat suami ku tertawa pelan. Tahu mengenai box yang di maksud oleh anak kami ini.

" apa dad harus marah? " tanya suami ku.

" no. Dad bilang jangan marah sama mom. Gak boleh marah sama mom karena mom perempuan. Haram hukumnya marah sama perempuan. " ujar Darren menggeleng.

Darren begitu mengingat pesan suami ku ini untuk bersikap lembut kepada setiap perempuan. Dan karena gelengan kepala Darren ini lah membuat suami ku mengangguk. Membuat ku bersyukur karena suami ku begitu mengajari Darren tingginya derajat perempuan.

" oke. Dad gak akan marah sama mom. Ayo kita ke sana. Dad mau liat juga. " ujar nya dan membuat Darren berseru senang.

Mereka berdua pun mulai melangkah untuk keluar kamar dan menemui ku yang masih melihat - lihat isi box itu.

*****

" ayo mom kita dengar. " ujar Darren yang kini duduk di pangkuan suami ku yang sudah duduk di samping ku.

Tapi tanpa sepengetahuan Darren, tangan suami ku kini mulai menyusup di belakang tubuh ku dan mengelus pinggang ku lembut. Membuat ku tersenyum ke arah dirinya karena dirinya begitu memanjakan ku.

love you sayang. " bisik suami ku tanpa terdengar oleh Darren dan membuat ku membalas ucapannya ini tanpa suara.

love you too. "

" mau dengar sekarang? Dad nanti marah lho. " ujar ku menggoda Darren seraya tertawa.

" enggak mom. Dad gak akan marah. Darren sudah minta dad jangan marahin mom. Kalau dad marah, aku yang akan marah sama dad. " ucap anak ku ini dan membuat kami berdua tertawa.

" memang berani marah sama dad? " tanya ku seraya menaikkan ke dua alis ku. Terus saja menggodanya.

" kalau dad berani marah sama mom, aku juga akan berani marah sama dad. " ujar nya. Membuat suami ku mengecup puncak kepala Darren.

" dad gak akan marah sayang. Kamu dan mom kesayangan dad sekarang. Jadi jangan khawatir. " ujar suami ku. Suaranya begitu indah bahkan sampai saat ini.

" ayo mom. Dad sudah ngizinin. " gumam Darren memaksa ku untuk segera memutar kaset seseorang yang begitu ku idolakan dulu. Sebelum aku menikah dengan suami ku saat ini.

" ya ya ya baiklah. Ayo kita dengar. " ujar ku langsung memutar kaset yang masih ku jaga agar tetap bisa di pakai walau sudah bertahun tahun lewat.

https://youtu.be/jGgXxSnrvuw

*****

" wow. Suaranya bagus. Pasti dia penyanyi terkenal di jaman mom. " ujar Darren bertepuk tangan.

" tentu saja. Makanya mom sangat menyukainya. Bahkan sampai sekarang. Walau dia sudah pensiun menjadi penyanyi, mom akan tetap menjadikannya penyanyi kesukaan mom. " jawab ku.

" apa? Jadi dia sudah pensiun menyanyi mom? Dia udah enggak nyanyi lagi? " tanya Darren memandang ku lekat. Dan membuat ku mengangguk.

" heum. Iya. Dia sudah berhenti menjadi penyanyi. Dan setahu mom, dia sudah menikah. Sepertinya dia hidup bahagia bersama keluarga kecilnya. " jawab ku. Dan membuat Darren tertunduk lesu.

" yahhh... "

" kenapa? " tanya suami ku pada Darren karena dirinya melihat wajah lesu Darren.

" aku kesal. Aku penasaran dengan penyanyi yang di sukai mom. Tapi dia sudah berhenti bernyanyi. Padahal aku suka dengan suaranya. " gumam Darren sedih. Dan membuat hati ku tak tega menyembunyikan fakta yang sebenarnya pada dirinya.

*****

" tapi... " ucap Darren tak Melanjutkan ucapannya.

" tapi apa sayang? " tanya ku mengelus puncak kepalanya.

" aku familiar dengan wajah dan suaranya. Mirip dengan seseorang. " ujarnya. Membuat aku dan suami ku tersenyum tanpa sadar memandang dirinya.

" oh ya? Mirip siapa? " tanya suami ku dengan suara khasnya.

" mirip dad. Tapi entah lah. Aku bingung. " ujarnya mengubur wajahnya di dada suami ku. Membuat suami ku refleks mengelus belakang kepala Darren dengan lembur.

" heum. Dia memang dad sayang. " jawab ku tersenyum. Dan refleks membuat Darren mengangkat kepala nya dan memandang ku dengan rasa terkejut yang tinggi.

" mom serius? Itu dad? Benar dad? " tanyanya takjub dan heboh sendiri. Bergantian memandang ke arah diri ku dan suami ku. Dan membuat kami berdua mengangguk.

" heum. Itu dad. " jawab ku.

" serius dad? Dad dulu penyanyi? "

" iya sayang. Tapi itu dulu. Setelah dad menikah dengan mom dan kau lahir, dad memang sengaja memilih untuk berhenti menjadi penyanyi. Agar dad bisa ada waktu dengan kalian berdua di sela - sela pekerjaan dad di kantor. " jawab suami ku menguak fakta terbaru yang tak di ketahui oleh Darren selama ini.

" woah. Ternyata dad ku seorang penyanyi. Pantas suara dad bagus. " ucapnya dengan penuh rasa terpesona.

" ayo nyanyi lagi dad. Aku mau dengar dad menyanyi secara langsung. " ujar Darren sekali lagi.

" hm? Mau dad nyanyi? " tanya Chan bertanya pada Darren.

" iya. Ayo dad. " sahut Darren menganggukkan kepalanya dengan gemas.

" ayo dad. Mom juga mau dengar dad nyanyi. " ujar ku menambahkan.

Membantu Darren agar keinginannya terkabul. Pasalnya, suami ku ini sangat jarang mau bernyanyi di hadapan ku atau pun di hadapan Darren. Sehingga saat ini kami berdua mencoba merayu kepala keluarga kami ini.

" baiklah baiklah. Dad akan bernyanyi untuk istri dan anak kesayangan dad. " ujarnya mengalah dan mulai mengeluarkan suara emasnya.

Membuat aku bersandar di bahunya dan melingkarkan ke dua tangan ku di lengannya. Menikmati suaranya yang begitu indah di telinga ku. Tak berbeda dari diri ku, Darren pun menyandarkan kepalanya di dada suami ku. Membuat dirinya yang kini memang masih duduk di pangkuan suami ku begitu menikmati saat - saat ini.

https://youtu.be/nqiUG5bNibs

*****

" Mey. " Sapa suami ku saat dirinya keluar kamar mandi dan menemukan aku tengah berdiri di dekat jendela besar yang ada di kamar kami berdua.

" Heum. Kenapa Chan? " tanya ku memandang ke arahnya seraya menyebut nama kesayangan ku pada dirinya.

" Sedang apa? Jangan melamun malam – malam. " tegurnya sambil mendekati diri ku dan memeluk tubuh ku dari belakang.

" tidak. Hanya menikmati malam sambal memikirkan sesuatu. " jawab ku.

" memikirkan apa? Hm? " tanya Chan pada ku.

" memikirkan apa kau pernah menyesal karena meninggalkan dunia keartisan mu? Memikirkan apa kau pernah menyesal menikah dengan ku dan menyesal karena harus terpaku hanya pada diri ku dan Darren. " jelas ku dan membuat Chan menggelengkan kepalanya kuat.

" no sayang. Mana mungkin aku menyesal. Kehidupan ku bersama diri mu dan bersama Darren adalah kehidupan ku yang terbaik selama ini. Kau dan Darren adalah nyawa ku saat ini. Jangan punya fikiran yang aneh – aneh Mey. " ucap Chan.

Tangannya yang semenjak tadi berada di atas perut ku pun mulai mengelusnya dengan perlahan. Mencoba membuat ku menikmati ulahnya ini. Dan mencoba membuat ku tak memikirkan hal – hal yang aneh lagi saat ini.

" aku hanya penasaran mengenai itu. Kau cukup lama menjadi penyanyi. Aku tahu susahnya kau menjadi penyanyi. Tapi, kau memilih untuk melepaskan semuanya di saat kamu berada di puncak karir dan memilih untuk menikah dengan ku. Mejadi orang biasa tanpa ada embel – embel artis di nama mu. " jelas ku.

" tidak. Sama sekali tak pernah ada kata sesal di dalam kamus ku. Itu adalah pilihan ku saat itu dan aku tak pernah menyesal. Aku memang terkadang merindukan masa – masa di mana aku menjadi penyanyi. Bahagia saat semua karya ku di terima oleh semua orang. Tapi, kehadiran mu dan Darren di hari – hari ku dalam beberapa tahun terakhir membuat ku jauh lebih Bahagia. " kali ini bergantian Chan yang bicara Panjang lebar pada ku.

" terima kasih karena sudah bahagia bersama ku. " ucap ku membalikkan tubuh ku menghadap dirinya.

" no, honey. Aku yang harus berterima kasih pada mu karena menjadi sumber kebahagiaan dan sumber kekuatan untuk ku dan Darren. Terima kasih karena sudah bersabar menghadapi manusia seperti ku yang pasti tak mudah kau lalui. " ujar Chan.

Dapat ku lihat terpancar aura ketulusan di wajahnya saat ini. Dan membuat ku mengangguk seraya mengubur wajah ku di dadanya dan mendekap tubuhnya erat.

" aku mencintaimu, Chan. " ucap ku mengucapkan kata cinta pada suami yang sudah ku nikahi selama delapan tahun ini.

" mee to Mey. Mee to. I love you more and more. " balas Chan dengan mengucapkan kata cinta juga pada diri ku.

Ucapan cinta kami berdua kini pun ku harap di aminkan oleh seluruh alam semesta. Aku berharap hubungan ku dan Chan akan berjalan baik – baik saja. Tanpa ada sesuatu hal yang akan menyakiti salah satu dari kami berdua. Aku juga berharap kami akan saling membahagiakan hingga nanti. Hingga aku dan dirinya menutup mata dan tertidur selamanya.

*****

Kembali ke Beranda